Geliat Petani Kopi Dampit, Berjibaku Eksis Saat Pandemi

Foto: Tamin, Petani Kopi Dampit. (ist)

BACAMALANG.COM – Meskipun masih mengalami situasi pandemi, Petani Kopi di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang tetap bersemangat berjibaku memajukan usaha. “Sejak tahun 2017 Kami memulai usaha kopi Dampit. Karena pada tahun 2015 Kita mendapatkan pelatihan dari API (Aliansi Petani Indonesia) penanganan pasca panen kopi dan SABC dari IDH Belanda berkerjasama dengan Dinas pertanian Kecamatan Dampit dan Asal Jaya (perusahaan swasta),” tegas Petani Kopi Dampit Tamin, Sabtu (5/12/2020).

Tamin menceritakan, jenis kopi yang dijual adalah Kopi Robusta Dampit.
Beberapa desa penghasil kopi dntara lain Sukodono, Srimulyo, Baturetno, Bumirejo, Amadanom dan Sumbersuko. Adapun sistem penjualan, pihaknya menyediakan produk olahan kopi goreng (rosbeen) atau bubuk yang siap jual di pasaran.

Beli Mahal Pacu Produksi

Sementara untuk pengadaan barang yaitu dengan sistem pembelian kopi asalan dari petani sesuai kualitas, yang dibeli harga lebih mahal jika kualitas bagus. “Kami beli harga mahal, agar mereka termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka sambil Kita ajari bagaimana petik bagus dan budidaya yang bagus,” papar Tamin. Ia menuturkan, biasanya kopi ini untuk produk kopi girasan dan kopi premium super.

Rasa Kopi Stabil

Sementara untuk sistem kedua adalah pihaknya melatih petani untuk petik merah dengan sistem kelompok. “Kami melatih petani untuk petik merah dengan sistem kelompok, karena mudah mengarahkan mereka jikalau ada salah proses untuk perbaikan sehingga kopi yang dihasilkan cenderung sama kualitasnya, produk ini biasanya untuk kopi spesial ( kopi premium petik merah),” jelas Tamin.

Tamin menjelaskan kopi dijual ke kafe-kafe dan counter-counter kopi serta toko grosir. Untuk sistem penjualan yaitu pesan dan antar. Atau mereka yang pesan terus diambil dan sebagainya. Penjualan via online juga dilakukan, tetapi cuman sedikit. “Kita tidak pernah berjualan di Expo. Sebagian produk dijual sistem online, dan biasanya sistem online permintaannya kapasitas kecil,” urai Tamin.

Kopi Dampit mempunyai beberapa keunggulan produk. Semua rasa kopi stabil (khas Dampit asli) karena kopi tidak terkontaminasi oleh produk luar daerah sehingga singel origin sangat dominan karena diroasting standard kafe.

Bersyukur Terbantu Perbankan

Tamin mengungkapkan,kapasitas produk di bisa 5 kuintal rosbeen sampai 1 ton rosbeen lebih per bulan. Ia menuturkan, kendala klasik yang dialami adalah modal usaha, karena kopi itu panen 1 dalam setahun.

“Untuk kendala biasanya klasik yaitu minimnya modal usaha, karena kopi itu panen 1 dalam setahun. Untuk omset lumayanlah cukup untuk biaya uang kuliah anak, serta untuk biaya hidup,” imbuh Tamin. Ia menyebutkan, solusi kendala adalah bermitra dengan petani dengan sistem jadwal penjualan. Solusi yang kedua bermitra dengan perbankan (BRI).

Tamin menguraikan, harapan ke depan adalah pemuda tani mampu menghadapi tantangan pasar global. “Harapan ke depan adalah pemuda tani mampu menghadapi tantangan pasar global. Karena imej jadi petani itu rugi, cenderung kotor dan bau,” tukas Tamin.

Ia berkeyakinan dengan optimalisasi produk serta tata kelola pasar yang terstruktur Petani mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan ekonomi. “Tetapi dengan optimalisasi produk serta tata kelola pasar yang terstruktur Petani mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi petani serta mengurangi urbanisasi pemuda tani mencari kerja di kota,” pungkas Tamin. (had)