Air Mati, Warga Perumahan Kebonsari Ancam Demo PDAM Kota Malang

Foto : Warga usai antri air tandon. (ist)

BACAMALANG.COM – Hingga kini, sudah satu bulan lebih pasokan air bersih PDAM Kota Malang terhambat karena mati. Hal ini menimbulkan keresahan warga Kota Malang.

“PDAM mati sudah satu bulan lebih gimana solusinya. Warga Kacuk dan sekitarnya resah,” tandas Edi (55), warga Perumahaan Kebonsari Kacuk, Kota Malang kepada awak media, Kamis (6/2/2020).

Edi menjelaskan, pihaknya sempat minta informasi nomer telepon pejabat PDAM Kota Malang karena ingin melaporkan keluhan mewakili warga Perumahan.

Lebih jauh, Edi mengatakan bahwa hal ini lantaran ia sudah tidak tahan karena air mati berkepanjangan selama 1 bulan lebih. Maka dari itu, warga juga berencana akan mendemo PDAM Kota Malang.

Ia menuturkan, dirinya berupaya minta bantuan kiriman air bersih di mobil tangki, namun ironisnya sudah 4 hari belum direspon.

“Saya sudah minta bantuan kirim tangki air sudah empat hari tapi nggak ada kiriman air. Makanya saya minta info barangkali teman media punya nomer hape atau kenalan di PDAM Kota Malang, biar segera dikirim bantuan air bersih,” terang Edi.

Edi menjelaskan, matinya air PDAM ini berdampak pada beberapa wilayah.
“Wilayah terdampak meliputi Kacuk Kebonsari sampai ke timur, sampai gang Panjura. Bahkan Panjura sejak bulan kemarin sudah mati,” pungkas Edi.

Ia menjelaskan, sebenarnya jika pasokan air bersih dari mobil tangki bisa rutin, maka akan bisa sedikit meringankan beban warga, karena kebutuhan air bisa tercukupi dan gratis (tidak membeli).

Sebagai upaya bertahan agar kebutuhan air bersih tercukupi, warga perumahan beramai-ramai secara swadaya membeli tandon air plastik yang ditaruh di rumah masing-masing.

Edi pernah ngobrol dengan ketua RT setempat, dan mencari penjelasan terkait lamanya air PDAM Kota Malang yang mati.

“Kata pak RT infonya saat ini PDAM Kota Malang masih berusaha mencari alat untuk perbaikan dan mencarikan solusi air mati,” ujar Edi.

Edi mengatakan, baginya yang penting walaupun PDAM mati, namun selayaknya truk tangki air bisa masuk Perumahan Pelita Kebonsari Kacuk sebagai solusi alternatif sementara.

“Namun sayangnya di tempat kami di blok C tidak pernah tercover air bersih dari mobil tangki,” jelas Edi.

Sementara itu, salah satu warga Perumahaan Kebonsari Blok C4 Kacuk mengatakan dirinya sudah menunggu mobil tangki selama 4 hari, namun tidak kunjung datang.

“Saya sudah menunggu 4 hari. Mobil tangki tidak datang-datang,” terang Sunarti.

Melakukan Perbaikan

Sekilas informasi, PDAM Kota Malang kembali memberitahukan kepada pelanggan aliran air di sejumlah kawasan kembali mengalami gangguan beberapa waktu lalu.

Pengumuman itu pun disampaikan melalui akun resmi media sosial mereka di twitter @pdammalangkota.

Ada sebanyak 21 daerah terdampak. Hal itu dikarenakan menurunnya debit air pada tandon Buring yang menyebabkan aliran air minum sangat kecil. Sehingga pelanggan diimbau untuk menandon atau menyimpan air.

Dalam pengumuman itu disebutkan secara rinci bahwa daerah yang terdampak adalah Jl. Ki Ageng Gribig, Jl. KH Malik, Jl. Mayjend Sungkono, Jl. KH Pasreh, Perum Green Living, Jl. Bumiayu Arjowinangun, Segaran, Muharto, Jl. Lowokdoro, Jl. Satsuitubun, hingga Jl. Gadang.

Selanjutnya Perum City Side, Jl. Kebon Agung, Jl. Sentani, Jl. Danau Bratan, Jl. Selat Malaka, Jl. Danau Singkarang, Jl. Selat Bali, Jl. Dirgantara, Jl. Danau Toba, dan Sawojajar Ruko.

Dijelaskan pula, jika saat ini PDAM Kota Malang tengah melakukan tratracing flow mulai dari Tandon Simpan sampai dengan Tandon Buring Atas. Sehingga, para pelanggan terdampak selain menandon air juga dapat menghubungi petugas melalui nomor khusus untuk mendapat bantuan air tangki.

Lantaran saking seringnya terjadi gangguan aliran air, pelanggan menyampaikan unek-uneknya tersebut dengan membalasnya di kolom komentar cuitan PDAM. (Had).