Tanggulangi Praktek Rentenir Berkedok Koperasi di Tengah Pandemi, Pemkot Batu Bentuk Satgas

Foto : (dari kiri) Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurrohman, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi, Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Hari Dana, Direktur Kantor Advokat Rastra Yustisia & Associates Suwito. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna menanggulangi praktek rentenir berrkedok koperasi di tengah pandemi Covid-19, Pemkot Batu membentuk Satgas.

“Satuan tugas Anti Rentenir segera di bentuk oleh Pemkot Batu untuk menanggulangi aksi para rentenir yang berkedok Koperasi,” papar Direktur Kantor Advokat Rastra Yustisia Suwito di Gedung DPRD Kota Batu, Rabu (6/5/2020).

Suwito menuturkan, hasil rapat antara Diskumdag Kota Batu, Dewan Koperasi Kota Batu, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu serta Kantor Rastra Yustisia & Associataes bersama Komisi B DPRD telah berakhir.

Menurutnya, korban rentenir yang berkedok koperasi terkuak setelah bencana Covid-19 ini mempengaruhi urat nadi perekonomian masyarakat secara umum, korban berbondong – bondong mendatangi Kantor Advokat Rastra Yustisia di jalan kapten Ibnu Kota Batu.

” Mereka datang ke kantor kami, mengadu sambil menangis lalu menceritakan perihal perilaku rentenir yang melakukan intimidasi kepada orang yang datang pada kami, ” papar Suwito.

Intimidasi itu, kata dia, dilakukan dengan cara menekan dengan kata-kata kasar, memaksa agar dibayarkan segera cicilan dengan pinjam tetangga atau kerabatnya.

Ketua LSM Alab – Alab, Gaib Sampurno, Ketua Yayasan Ujung Aspal Jawa Timur Alex Yudawan menyatakan bahwa praktek – praktek rentenir di Kota Batu segera diberhentikan.

“Praktek rentenir yang marak di Kota Batu segera saja diberhentikan, Kami meminta DPRD Kota Batu bersama Pemerintah Kota Batu segera melakukan aksi nyata untuk melakukan pendataan koperasi yang melakukan praktek rentenir dan menghentikannya,” papar Gaib.

Di tempat yang sama, Alex Yudawan mengatakan, pemerintah Kota Batu, mohon. segera saja cabut ijin tempat usaha rentenir berkedok koperasi serta lembaga keuangan lainnya yang melakukan praktek rentenir di Kota Batu.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono, merespon baik keluhan masyarakat Kota Batu yang telah mengadu ke Kantor Rastra Yustisia, beberapa kasus telah diselesaikan oleh Dinas beberapa waktu lalu.

“Beberapa perkara anggota koperasi di Kota Batu telah diselesaikan oleh dinas Kami, keluhan mereka beragam dari tidak ada penghasilan setelah Corona melanda hingga menangis didepan kami karena tidak kuat tertekan secara psikologis,” ungkap Eko.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan menutup koperasi yang berpraktek rentenir dan segera membentuk Satgas Anti Rentenir dalam waktu dekat dan segera akan kami bahas dalam rapat di waktu kemudian.

Di tempat yang sama Ketua DPRD Kota Batu Asmadi Ketua DPRD Kota Batu menyambut baik inisiatif eksekutif untuk membentuk Satgas Anti Rentenir dan pihaknya akan segera mempersiapkan dukungan.

” Satuan Tugas Anti Rentenir segera saja dibentuk dan kami siap mendukung eksekutif dalam memerangi praktek – praktek rentenir yang marak di Kota Batu, ” katanya.

Selain mengadu ke Kantor Rastra Yustisia, tetangga saya juga mengeluh tentang angsuran pinjaman yang mencekik leher disaat Corona dan kami mendukung penuh satgas anti rentenir segera dibentuk mengingat masyarakat sangat membutuhkan, ” pungkasnya.(yog/had)