Alumnus Unair Minta Waspadai Gerakan Makar di Tengah Pandemi

Foto: Alumni Universitas Airlangga gelar webinar. (ist)

BACAMALANG.COM – Alumnus Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JaKA) meminta seluruh elemen rakyat Indonesia mewaspadai adanya gerakan makar di tengah pandemi Covid-19.

“Dalam situasi krisis seperti pandemi sekarang ini, selalu ada hal yang aneh-aneh. Kami minta seluruh elemen rakyat Indonesia mewaspadai adanya gerakan makar di tengah pandemi Covid–19,” tegas Ketua Umum JaKA, Teguh Prihandoko.

Seperti diketahui, JaKA menyelenggaran Webinar bertema ‘Gerakan Makar dan Teror di Tengah Pandemi di Negara Hukum /Demokrasi’, Sabtu (6/6/2020).

Seminar tersebut menghadirkan narasumber Didik Sasono Setyadi Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga se-Jabobetabek, DR. Hananto Widodo, SH.MH, Dosen Hukum Tata Negara dari Unesa sekaligus Pengurus Asosiasi Pengajar Hukum Administrasi dan Tata Negara, serta Ahli Hukum Pidana Taufik Rahman, SH, LLM, PhD.

Teguh Prihandoko, mengatakan bahwa seluruh pembicara dalam seminar ini adalah Alumni Universitas Airlangga yang memiliki kepedulian dan kompetensi dalam bidang ilmunya masing-masing.

Teguh mengatakan, pihaknya ingin memberikan pemberdayaan politik kepada rakyat Indonesia tentang bahaya manifes gerakan yang mengangkat isu ‘Permakzulan Presiden’ di tengah-tengah keprihatinan bangsa Indonesia yang masih dirundung pandemi Covid-19.

“Kami ingin melihat dari perspektif sebaliknya, yaitu apakah gerakan semacam itu dibenarkan di dalam Negara Hukum/Negara Demokrasi yang tengah mengalami pandemi ini,” kata pria yang juga alumni FE Universitas Airlangga Angkatan 85 ini.

Teguh menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat masalah ‘Makar dan Teror di tengah Pandemi’, agar eksistensi Negara Hukum dan Demokrasi di Indonesia yang sedang menuju pendewasaan ini, tidak diganggu oleh pihak-pihak yang ingin mencari kesempatan dalam kesempitan.

“Kami alumnus Universitas Airlangga siap istiqomah berjibaku mempertahankan NKRI lewat spirit militansi dan jiwa patriotik yang tinggi lewat sumbangsih pemikiran akademis yang positif dan konstruktif,” pungkas Teguh Prihandoko. (had/red)