Aviwkila dan Istana Boneka, Kolaborasi Penyejuk di Tengah Pandemi

Foto: Walikota Sutiaji mendapat kehormatan untuk unboxing album perdana Aviwkila, hasil kolaborasi dengan Istana Boneka. (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Rasa simpati yang disampaikan dengan nada indah dan suara merdu tentu menjadi penyejuk jiwa yang terasa gundah di tengah pandemi saat ini. Itulah sepenggal harapan yang ingin disampaikan duo Aviwkila lewat sebuah komposisi bertajuk Doa Untuk Kamu.

Lagu ini membuka acara peluncuran album perdana dari grup yang digawangi pasangan suami istri Uki Diqie Sulaiman dan Thana Ajeng ini di Istana Boneka, Jalan Wilis Kota Malang, Minggu, (5/7/2020). Album ini berisi tujuh lagu disertai satu bonus Jingle Song Istana Boneka, dan merupakan kolaborasi Aviwkila dengan Istana Boneka (ISBON).

“Lagu ini sengaja kami ciptakan untuk memberi semangat kepada para pejuang yang harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga di tengah pandemi,” ungkap Thana.

Ia menambahkan, bagi Aviwkila lagu ini sebagai doa untuk semuanya, baik itu tenaga medis atau siapa saja yang tetap berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Sesuai dengan kata Aviwkila itu sendiri, yang merupakan gabungan dari bahasa Sansekerta dan Mesir, yang berarti cahaya dan cerdas, kami ingin menjadi bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Pasangan yang kerap menjadi trending di Youtube ini pada awalnya sempat memperkuat formasi Home Band Universitas Brawijaya, yang kental dengan warna jazz-nya. Namun mereka ingin bebas dalam mengekspresikan musiknya, dan tidak ingin terjebak pada satu genre saja. Tentang album perdana itu sendiri, Uki mengaku tidak punya bayangan akan selesai di saat ini.

“Kami memang menargetkan di tahun ini, tapi tidak mengira bisa selesai di bulan Juli,” terang musisi yang pernah menjadi additional guitarist di grup Seventeen ini.

Foto: Duo Aviwkila membawakan lagu di sela peluncuran album perdana “Lahir”. (nedi putra aw)

Proses penggarapannya memakan waktu enam tahun. Namun Uki mengaku sebagian materi lagu sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015. Namun sejak 2006 mereka sudah bersama, pindah dari band satu ke band lainnya, menggarap project bersama sejumlah artis papan atas tanah air, hingga akhirnya naik ke pelaminan.

Meskipun sudah cukup lama berkelana di Ibu Kota, namun mereka ternyata tetap memilih Malang sebagai tempat peluncuran album perdananya.

“Semuanya seolah sudah ada yang mengatur, kita ternyata dipertemukan dengan orang yang tepat, sehingga album ini akhirnya terwujud,” kisah Uki terkait kolaborasinya dengan Istana Boneka.
Thana dan Uki juga ingin mengajak siapa saja agar tidak mudah patah semangat. “Intinya kita harus tetap berkarya,” tandas Thana.

Sementara owner Istana Boneka Susan Soewono mengaku tertarik berkolaborasi dengan Aviwkila, karena mereka dipandang tak mudah menyerah dan sangat menginspirasi kaum muda maupun para musisi lainnya. “Buktinya album ini justru dirilis di tengah pandemi, yang berarti sekarang adalah saatnya untuk berjuang,” tegasnya.

Sedangkan Walikota Malang Sutiaji sangat mengapreasiasi munculnya “Lahir” dari Aviwkila ini. Aviwkila semakin menguatkan bahwa Malang menjadi barometer dunia musik nasional maupun internasional. “Menuju sukses tidak bisa instan, hal ini menunjukkan bahwa perjuangan itu liku-likunya panjang,” ujarnya.

Album “Lahir” dikemas dengan Box exclusive yang disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang. Ada Compact Disc, pouch dan bandana Aviwkila special design ISBON, serta hand sanitizer, hand soap, tisue basah maupun kering, masker non medis dan lain lain yang dihadirkan terbatas untuk para Aviwers (sebutan bagi penggemkar Aviwkila) maupun penikmat musik di Indonesia.

Album ini dapat dinikmati dengan harga Rp. 249.000, yang terdiri dari lagu Melihat Kamu, Kekal, Lahir, Jangan Marah Dulu, Doa Untuk Kamu, Apa Kabar Mantan serta Jangan Takut Bermimpi. (Ned/Red)