Mantan Wawali Kota Malang Wafat, Begini Kenang Ebes Inep

Foto: Suasana pemakaman mantan Wakil Wali Kota Malang, Bambang Priyo Utomo. (ist)

BACAMALANG.COM – Mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Bambang Priyo Utomi wafat subuh tadi (6/7/2020), pada usia 68 tahun. Peni Suparto, yang merupakan Wali Kota saat itu pun merasa kehilangan teman baiknya tersebut.

“Cak Priyo orang baik program kerja bagus yang selalu dapat dilaksanakan (dijalankan) dengan baik. Dalam pergaulan sangat baik selama 10 tahun tidak ada beda pendapat. Kita selalu bersama berdiskusi. Saya merasa sangat kehilangan teman terbaik. Saya sampaikan pak Bambang selamat jalan semoga perjalanan sampai ke hadirat Allah SWT, ” terang Ebes Inep, sapaan akrabnya, Senin (6/7/2020).

Peni menambahkan, dirinya mengapresiasi hobi menyehatkan dari mendiang yang seringkali olahraga bersepeda. “Terakhir ketemu beliau di Kondangiwak, naik sepeda ontel (sepeda pancal),” tutur Peni.

Untuk diketahui, Wawali di era Wali Kota Peni Suparto (2003-2013) ini dimakamkan di TPU Samaan setelah disholatkan di rumah duka Jl Bunga Songgolangit No. 30 Malang.

Semasa hidup, Bambang aktif di berbagai organisasi. Termasuk, menjadi Ketua PMI Kota Malang. Ia juga dikenal aktif, di Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Malang. Ayah dua putri dan kakek dari satu cucu ini memang getol memajukan olahraga Kempo.

Di dunia politik, suami dari Lusi Bambang Priyo ini mendampingi Peni Suparto selama dua periode. Pasangan ini juga dikenal kompak dan akur selama menjabat Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang.

Sementara itu, M. Taufik, wartawan Harian Bhirawa yang ngepos di Balaikota Malang sejak tahun 2000-an mengatakan, dirinya mengenal mendiang sebagai orang yang sangat humble dan solutif terhadap setiap permasalahan apapun.

“Saya sependapat dengan yang disampaikan Pak Peni (mantan Wali Kota Malang, red.). Saya juga mengenal beliau sebagai orang yang sangat humble dan solutif terhadap setiap permasalahan apapun. Beliau juga yang orang yang suka mengajak saya hidup sehat dengan bersepeda gunung,” ujar M. Taufik. (Had/Red)