Inisiasi Wisata Brakseng Kota Batu

Foto: Inisiasi Wisata Brakseng Kota Batu. (ist)

BACAMALANG.COM – Malang Raya kaya akan banyaknya destinasi wisata, namun ironisnya banyak yang terbengkalai dan tidak terkelola dengan baik. Saat ini ada destinasi wisata alam yang bisa menjadi alternatif berwisata di kala musim new normal ini, salah satunya adalah Brakseng di Kota Batu.

“Brakseng punya potensi, tetapi dalam pengelolaannya belum terkoordinir karena banyak pengunjung yang memasukinya dengan bebas tanpa ada aturan dan bahkan tidak dipungut biaya,” ungkap ketua kelompok inisiasi wisata Brakseng, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dio Bayu Saputra.

Wisata New Normal

Sekilas informasi, kondisi new normal mengharuskan masyarakat untuk tetap menjaga jarak. Namun di sisi lain juga, masyarakat sudah enggan berdiam di rumah dan ingin berlibur dengan aman.

Sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMM bekerjasama dengan warga Desa Sumberbrantas berupaya menginisiasi bersama wisata Brakseng.

Brakseng sendiri merupakan kawasan dataran tinggi yang terletak di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan pemandangan hamparan lahan pertanian yang luas dan indah serta adanya deretan pegunungan.

Terletak pada ketinggian 1400 diatas permukaan air laut, puncak tertinggi Kota Batu, membuat wisata alam Brakseng memiliki udara yang dingin dan sejuk.

Ide Kreatif

Di akhir tahun 2019, kelompok mahasiswa yang beranggotakan Dio Bayu, Luthfan Almas Silva, Megawati Putri, Fitrisia Hanisa, dan Indah Amelia ini mendapatkan tugas praktikum 2 dan 3 yang dibimbing oleh dosen Jamroji, S.Sos., M.Comms. untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Sumber Brantas. Brakseng menjadi fokus utama yang dipilih mereka dalam pengembangan potensi wisata.

Di momentum pandemi yang mengharuskan menerapkan social distancing, kelompok praktikum ini berhasil memunculkan ide-ide program dan meyakinkan setiap lapisan warga Desa Sumberbrantas guna mengembangkan Brakseng dan berhasil menjadikan wisata alam sebagai destinasi wisata alam yang dapat dinikmati secara umum.

“Diharapkan, destinasi baru wisata di Kota Baru ini mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Sumberbrantas itu sendiri, karena kawasan Brakseng memiliki lahan yang sangat luas, sehingga meminimalisir kerumunan,” kata Dio.

Kelompok mahasiswa UMM ini mencoba membuat terobosan baru guna memecahkan semua permasalahan yang ada. Mulai dari riset permasalahan hingga mendapat solusi yang tepat.

Utamakan Koordinasi

Dalam perencanaan sebuah program, kelompok ini selalu berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Merencanakan sebuah program tidak selalu mudah, ada beberapa kendala yang dihadapi seperti pihak desa tidak ingin merubah kondisi alam yang dimilikinya.

Akhirnya kelompok ini membuat terobosan dengan membuat stiker resmi wisata Brakseng sebagai media promosi, dan membuat pamflet kampanye himbauan “Jangan Injak Tanaman” yang dibagikan kepada pengunjung secara gratis, sebagai bentuk kepedulian kelompok praktikum akan permasalahan wisata. Kampanye tersebut dilakukan karena pada awal dibuka, banyak lahan pertanian yang rusak akibat diinjak pengunjung hanya untuk berfoto.

Alhasil, Wisata Alam Brakseng saat ini sudah mampu menggaet pengunjung ratusan orang di setiap harinya, serta warga Desa Sumberbrantas pun juga sudah mulai sadar akan besarnya potensi wisata yang dikembangkan oleh mahasiswa UMM.

Mulai dari program pembagian stiker dan pamflet serta promosi yang intensif dilakukan di berbagai platform media sosial. Dengan bukti bahwa saat ini warga desa sudah mulai membentuk organisasi baru yang terstruktur dengan fokus pengembangan unit wisata desa. (*/had)