KKGPAI Wagir Adakan Pekan Ketrampilan dan Seni, Untuk Cetak Karakter Siswa

Foto; KKGPAI Wagir Adakan Pekan Ketrampilan dan Seni. (ist)

BACAMALANG.COM – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Kecamatan Wagir Kabupaten Malang menggelar lomba ketrampilan dan seni baca Al- Qur’an untuk mencetak karakter generasi muda yang berkualitas.

Koordinator Wilayah Wagir, Gigih Risaksono mengatakan, Pekan Ketrampilan dan seni (PKS) yang digagas oleh KKGPAI tingkat sekolah dasar atau Ibtida’iyah ini dalam rangka mencetak generasi yang kreatif inovatif dan sportiv, yang intinya mencetak karakter yang mumpuni.

“Sportivitas perlu Kita tegakan dalam membangun karakter generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Di samping itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkembangkan generasi muda yang sesuai dengan cita – cita Bangsa Indonesia. Yakni generasi yang handal berkarakter islMI dan mampu dalam menghadapi tantangan jaman.

Choiri Machmudi, Ketua pelaksana PKS Kecamatan Wagir menambahkan, tujuannya juga untuk perekrutan bibit – bibit yang akan mewakili Kecamatan Wagir untuk nantinya berkiprah di tingkat Kabupaten Malang.

Ada empat macam lomba yang dilombakan, antara lain Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dengan 11 peserta, Musabaqoh Hidhil Qur’an dengan 18 peserta, Cerdas Cermat dengan 30 peserta dan Pildacil dengan 23 peserta. Untuk materi lomba Cerdas Cermat, yakni seputar materi pelajaran agama Islam bagi kelas 1 – 4 dengan metode tes tulis dan tes wawancara sebagai tolak ukur penyerapan Mapel.

“Jadi total keseluruhan ada 82 peserta se-Kecamatan Wagir, dengan pelaksanaan mulai tanggal 3 sampai 10 April 2021. Kami berharap dengan event ini tercetak generasi yang berkarakter sesuai dengan agama dan nilai – nilai luhur bangsa Indonesia,” paparnya.

Wijiatun, Kepala SDN Sidorahayu 3 Wagir juga menjelaskan, kegiatan ini juga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yakni mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak Mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Ditambahkannya lagi, juga sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Yakni peserta didik yang kreatif, berfikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan mampu berkerjasama dengan orang lain. “Lomba ini sebagai wadah mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan bakat dan kemampuannya, dan sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat juang dalam upaya mewujudkan generasi Islami yang cerdas, beriman dan bertaqwa sesuai dengan semangat Islam Rahmatan Liil’alamin,” jelasnya. (yon)