Reklame Produk Rokok di Suhat Tuai Protes

Foto: Proyek renovasi monumen pesawat Suhat. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemasangan reklame produk rokok di monumen pesawat di ruas Jalan Sukarno Hatta, Kota Malang, menuai protes dari warganet dan sejumlah politisi. Salah satunya Sekretaris DPD PSI Kota Malang, Yudha Rachman Winarto, ST.,MT. Dirinya menyebut jika reklame tersebut harus dibongkar.

“Keberadaaan reklame tersebut telah menghambat pandangan pengguna jalan, sehingga membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut. Apalagi Kita tau bahwa Jalan Soekarno Hatta cukup ramai,” kata Yudha kepada BacaMalang, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya pula, proporsi iklan rokok tersebut juga terlalu besar dan berlebihan. Hal ini, lanjut dia, menjadi tanggung jawab dinas terkait dan juga Pemerintah Kota Malang. “Ini sudah berlebihan, serasa area publik ini dijual,” sebutnya.

Pria yang juga dikenal sebagai dosen Teknik Sipil di Sekolah Tinggi Teknik Malang (STTM) ini juga menyoroti tentang kontruksi bangunan yang seharusnya sesuai dengan pedoman perencanaan bundaran untuk persimpangan sebidang.

“Pulau bundaran harus memberikan pandangan yang cukup bagi pengendara untuk dapat mengantisipasi kendaraan dari arah lengan pendekat lain. Penempatan obyek didalam pulau bundaran harus memperhatikan jarak pandang jalur lingkar dan jarak pandang henti jalur lingkar,” paparnya.

Selain itu, lanjut Yudha,
Seperti diketahui, keberadaan reklame tersebut juga disinyalir melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 27 tahun 2015 tentang penataan reklame. Dalam pasal 38 disebutkan, monument pesawat di Jalan Soekarno Hatta merupakan bangunan yang dilarang untuk pemasangan reklame tetap.

“Terkait hal ini, harus ada tindakan tegas dari Satpol PP Kota Malang. Karena sudah jelas ada aturannya dalam Perda,” tegasnya. (yga)