Sarasehan PS Diharapkan Bisa Lindungi Kawasan Konservasi dan Beri Manfaat pada Masyarakat

Foto : Pietra Widiadi. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna menjalankan percepatan Perhutanan Sosial (PS) dan adaptasi perubahan iklim di Jatim, diagendakan digelar sarasehan.

“Kami mengagendakan mengadakan
Sarasehan Percepatan Perhutanan Sosial dan Adaptasi Perubahan Iklim di Jatim, pada 8-9 April 2021,” terang Founder Dial Foundation (DF) yang juga owner Pendopo Kembangkopi Wagir, Pietra Widiadi, Selasa (6/4/2021).

Terdapat beberapa tujuan gelar sarasehan ini. Yakni : menyiapkan pengajuan Perhutanan Sosial di kawasan Gunung Kawi, Wilis, Lawu dan Semeru.

Kedua, mendorong upaya pelestarian yang lebih kuat dan tepat yang dilakukan oleh warga. Ketiga, melaksanakan capaian target untuk kawasan konservasi yang dikelola masyarakat.

Latar belakang digelarnya kegiatan ini, adalah makin rusaknya kawasan konservasi di 4 gunung tersebut sebagai menara air bagi Jawa timur di masa depan.

Ada beberapa manfaat dari agenda kegiatan ini. Yaitu supaya kelompok masyarakat/ desa yang di perbatasan perhutani ikut terlibat dalam penerapan konservasi dan mendapatkan manfaat dari pengelolaan tersebut.

“Harapan kami agar bisa menyelesaikan syarat pengajuan PS ke KLHK. Menyiapkan organisasi untuk pelaksanaan PS dan melindungi kawasan konservasi dan masyarakat mendapatkan benefit,” tutur pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini.

Berdasar data diketahui luasan lahan kritis di Jawa Timur bagian Selatan : meliputi wilayah yang dipetakan yakni Kabupaten Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang.

Yaitu dikategorikan dalam 4 status. Yakni status sangat kritis seluas : 30. 328 ha. Status Kritis : 144.163 ha. Status Agak Kritis : 121.329 ha. Potensial Kritis : 90.051 ha.

Dengan adanya giat ini diharapkan bisa membuat output kegiatan yaitu dipahaminya aturan dan kebijakan Perhutanan Sosial dan adaptasi perubahan iklim di desa. Pemantapan rencana pengajuan Perhutanan Sosial
dan penetapan Desa Proklim. Serta dirumuskan rencana aksi desa dampingan
Perhutanan sosial dan Desa Proklim.

Ada beberapa gunung yang perlu mendapat perhatian. Yakni Gunung Wilis adalah sebuah gunung berapi (istirahat /
dorman) memiliki ketinggian 2.563 meter diatas
permukaan laut (mdpl). Gunung Lawu; memiliki ketinggian 3.265 meter diatas
permukaan laut (mdpl). Gunung Kelud; memiliki ketinggian 1.731 meter diatas
permukaan laut (mdpl). Gunung Kawi; memiliki ketinggian 2.551 meter diatas
permukaan laut (mdpl). Serta Gunung Semeru, memiliki ketinggian 3.676 meter di
atas permukaan laut (mdpl).

Untuk wilayah Kabupaten Malang, ada satu Desa persiapan pengajuan yaitu Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.

Sarasehan yang diadakan di aula pesarean Gunung Kawi ini menghadirkan narasumber yaitu : Joko Tri Haryanto Peneliti Madya dan Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI, Ojom Sumantri Kepala BPSKL wilayah Jabalnusra, Sri Tantri Arundathi Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK RI, Chairidin Ambong Pojok Desa dan anggota TP2PS, serta Pietra Widiadi dial Foundation DF. (had)