Biar Gak Salah, Ini Cara Buang Masker Bekas Pakai yang Benar

Seorang warga sedang memakai masker sebelumnya menjalankan aktivitas (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Membuang masker bekas pakai ternyata tidak boleh sembarangan dilakukan. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, meskipun masker bukan termasuk kategori limbah medis bahan berbahaya dan beracun atau B3, ada tata cara yang harus dijalankan sebelum membuang masker bekas pakai. Baik masker kain, ataupun masker bedah.

“Sebelum dibuang harus di cacah dulu. Tidak boleh dibuang begitu saja. Supaya tidak disalahgunakan, agar tidak diperjualbelikan kembali. Makanya, saya miris kalau melihat ada masker yang dibuang begitu saja di jalan,” kata Arbani, Rabu (7/10/2020).

Ditambahkan Arbani, agar tidak merepotkan saat pengolahan sampah nanti, lebih meyakinkan jika sebelum dibuang, masker bekas pakai terlebih dahulu disterilkan.

“Dilakukan desinfeksi dulu, di cacah, di rendam dalam larutan klorin, kemudian dibuang. Ini sama seperti bagaimana memperlakukan botol bekas infus. Jadi, masker ini bukan limbah B3, sama seperti infus. B3 untuk kesehatan adalah selang infus, jarum, kapas dan kasa bekas perawatan, potongan jaringan-jaringan bekas operasi,” ucapnya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang kemudian memberikan tips bagi masyarakat yang masih ragu-ragu ketika membeli masker baru.

“Kita harus waspada. Kalau takut yang kita beli itu masker bekas, harus di cuci dulu sebelum dipakai. Jadi, imbauan saya, kalau ditengarai ada masker bekas yang dijual ulang, sebaiknya beli masker yang tiga lapis, kemudian cuci. Kita kan tidak tahu masker tersebut siapa yang membuat. Apa si pembuat terpapar virus atau tidak. Sebaiknya memang kalau beli atau diberi, wajib di cuci,” tegas Arbani.

Terakhir, hemat Arbani, jika ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menjual kembali masker bekas pakai, potensi penularan virus jauh lebih cepat.

“Kalau masker bekas dijual kembali tanpa dilakukan desinfeksi, kemudian yang bersangkutan, mantan pemilik masker memiliki penyakit, ada virus di masker itu, pengguna baru akan terjangkit. Lebih cepat. Kalau di kain kan hitungannya kemarin bisa bertahan sampai 12 jam,” Arbani mengakhiri. (mid/yog)