Pentingnya Teknologi Bagi Angkatan Kerja, Pesan Menko PMK di Wisuda UMM

ist

BACAMALANG.COM – Sampaikan pentingnya teknologi bagi Angkatan Kerja, Prof. Dr. Muhadjir Effendy MAP Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) turut menghadiri Wisuda UMM
ke-98 periode IV pada tanggal 7 Desember 2020 di Hall Dome, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Saya menyampaikan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dibarengi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dua hal tersebut menjadi modal utama bagi wisudawan dan wisudawati dalam menghadapi perubahan yang semakin hari semakin dinamis. Apalagi di tengah pandemi yang menuntut angkatan kerja untuk memahami TIK lebih dalam,” terang Muhadjir.

Seperti diketahui, UMM menyelenggaraan wisuda ke-98 periode IV pada tanggal 7 Desember 2020, menghadirkan Prof. Dr. Muhadjir Effendy MAP selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia sebagai tamu undangan.

Turut hadir pula Drs. H. Wakidi selaku Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM dan Dr. Saad Ibrahim, selaku wakil ketua PWM Jawa Timur.

Muhadjir juga mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tetap optimis meski pandemi Covid-19 belum mereda. Menurutnya, optimisme tinggi yang dimiliki mampu membuat lebih siap untuk melewati tantangan yang ada.

Selain itu juga dapat menumbuhkan kemampuan beradaptasi serta berinovasi dengan cepat dan tepat. Lebih-lebih di kondisi pandemi yang tak kunjung berhenti.

Muhadjir juga menyinggung terkait dengan jumlah pengangguran di Indonesia yang berpotensi naik hingga sekitar 15 juta orang. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh roda ekonomi yang masih seret berputar karena pandemi yang terjadi.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo selalu mewanti-wanti untuk memperhatikan dengan seksama perputaran ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah berusaha menekan angka penduduk miskin dengan berbagai program.

Muhadjir berharap agar Bantuan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) tetap dapat menghidupkan ekonomi masyarakat. Indonesia sendiri telah memilki lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di seluruh daerah.

“Jika setiap UMKM menyerap dua tenaga kerja saja, maka ada 130 juta orang yang bekerja di sektor UMKM ini,” jelasnya.

Pemerintah juga sudah menyiapkan program kartu prakerja. Program yang bertujuan untuk menambah bekal serta kompetensi bagi angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

Begitupun dengan mereka yang terdampak PHK akibat Covid-19 ini. Muhadjir berharap program ini mendorong angkatan kerja untuk membuka lapangan pekerjaan, mendapat pekerjaan atau juga bekerja secara mandiri.

Ketika seseorang sudah bekerja dan memiliki penghasilan, maka roda ekonomi akan lebih mudah berputar.

Muhadjir mendorong wisudawan dan wisudawati agar dapat memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada meskipun sempit. Ia percaya bahwa mereka mampu berinovasi dan mengatasi berbagai masalah dengan bekal yang sudah diperoleh selama berkuliah di UMM.

“Setiap kesulitan yang dihadapi pasti selalu ada kemudahan di baliknya. Tetap bekerja keras dan optimis menghadapi segala kesulitan adalah kunci utama,” timpalnya.

Terakhir, ia berpesan agar wisudawan, wisudawati serta tamu undangan terus berupaya mengampanyekan disiplin protokol kesehatan.

Hal itu tidak lepas dari jumlah kematian di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Tercatat, ada 557.877 kasus Covid-19 hingga 4 November 2020, 462.533 di antaranya sudah sembuh dan sayangnya 17.355 meninggal.

Pesan tersebut sejalan dengan sambutan rektor UMM, Dr. H. Fauzan M.Pd yang menekankan tentang protokol kesehatan saat prosesi wisuda.

Di samping itu Fauzan juga berterimakasih kepada wali wisudawan yang menyempatkan hadir meski ada banyak keterbatasan dalam gelaran wisuda.

“Berakhirnya studi wisudawan dan wisudawati menandai kembalinya mereka ke orang tua dan lingkungannya masing masing. Semoga mereka bisa sukses dan berbakti bagi agama, nusa dan bangsa,” paparnya.

Sementara itu, Drs. H. Wakidi, Sekretaris Badan Pembina Harian UMM dalam sambutannya berharap agar para wisudawan dapat mewarisi sifat-sifat yang sudah diperoleh selama studi di UMM.

Beberapa diantaranya berjuang untuk kesejahteraan umum, menjalin ukhuwah Islamiyyah, dan mengindahkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Selain itu juga harus bersikap adil dan korektif baik ke dalam maupun ke luar. “Semoga dengan bekal yang sudah UMM berikan, wisudawan dan wisudawan dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan yang sering kita hadapi,” jelas Wakidi di akhir sambutan. (*/had)