Warga di Dampit Tolak Rencana Pembangunan Peternakan Ayam

Warga dari dua dusun yang melakukan unjuk rasa di lapangan Desa Majangtengah Dampit (ist)

BACAMALANG.COM – Warga dari Dusun Lambang Kuning Kidul Desa Majangtengah dan Dusun Sumberayu Santren Desa Pamotan, Kecamatan Dampit melakukan aksi unjuk rasa.

Pada aksinya, warga menolak pembangunan peternakan ayam potong yang dipelopori PT Wonokoyo Jaya Corporindo. Unjuk rasa digelar di lapangan Desa Majangtengah, Sabtu (8/2/2020).

“Kami dengan tegas menolak rencana pembangunan itu,” kata Jihaddudin, selaku koordinator aksi.

Menurut keterangan Jihad, peternakan ayam tersebut bakal dibangun di lahan seluas 86 hektar. Meskipun pihak Wonokoyo bakal membangun peternakan tersebut di lahan hak guna usaha (HGU) milik sendiri, tetap saja warga merasa gusar.

“Jika melihat dampak lingkungan yang sudah-sudah maka kami dengan tegas menolak. Dampak lingkungan yang di hasilkan dari pabrik itu jelas mengganggu warga, belum lagi polusi,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa ini sendiri bukan yang pertama. Aksi serupa sudah pernah dilakukan warga pada bulan Mei tahun lalu.

Masih kata Jihad, pihak Kecamatan Dampit sejauh ini belum memberikan lampu hijau pembangunan peternakan tersebut. Namun di lapangan, pihak Wonokoyo sudah siap bergerak dengan mendatangkan alat berat.

“Pak Camat mengaku tidak pernah tandatangan soal ini,” ungkapnya.

Diakui Jihad, memang tidak seluruh warga dari dua dusun itu yang kontra dengan rencana pembangunan peternakan oleh Wonokoyo. Menurutnya, ada beberapa oknum warga yang mendukung pembangunan tersebut. Tetapi, dari total penduduk dua dusun tersebut, 700 orang diantaranya sudah sepakat melakukan penolakan. (mid/yog)