Warga Prisma Cluster Optimis Menang, Penggugat Sebut Objeknya Sudah Benar

Foto : Sidang PS Sengketa Lahan Perum Prisma Cluster. (ist)

BACAMALANG.COM – Warga Perumahan Prisma Cluster di Jl Candi VI, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, berkeyakinan benar karena mempunyai bukti kuat dalam kasus gugatan hak milik tanah, meskipun pihaknya tetap akan menunggu jalannya proses hukum yang berlaku.

“Kita lihat dulu biar proses hukum berjalan dulu. Kita sebagai orang hukum tidak boleh berandai – andai, harus berdasarkan fakta. Maka kita buktikan bahwa kita benar, kita adalah pembeli yang beritikad baik,” tegas Drs EC Mujianto SH MHum, kuasa hukum warga Prisma Cluster kepada awak media usai Sidang Pemeriksaan Setempat (PS), Jum’at (7/2/2020).

Seperti diketahui, sejak tahun 2018 lalu, kakak adik Eddy Susanto dan Agus Susanto, keduanya warga Denpasar Bali melakukan gugatan perdata atas kepemilikan tanah di Prisma Cluster.

Ditemui usai dilakukan Pengadiilan Setempat, Mujianto mengatakan bahwa dalam proses PS dari Pengadilan Negeri Kota Malang, akhirnya di lapangan ditemukan dengan luas yang berbeda, bentuk tanah struktur yang berbeda, batas-batas pun juga berbeda.

Ia menjelaskan, kemudian merujuk dari penggugat yang mengakui di lokasi Prisma Cluster, sedangkan dari pihak tergugat dulu waktu dilihat di aplikasi Sentuh Tanahku ATR/BPN Pusat itu merujuk kepada 1,5 kilometer dari lokasi yang ditunjuk tergugat.

Namun demikian, mulai tanggal 29 Januari 2020 mulai pukul 10.00 WIB sudah berubah kembali ke Perumahan Prisma Cluster.

“Sekarang tinggal nanti istilahnya bagaimana Hakim menilai mana kebenaran yang sebenarnya dengan barang tentu berdasarkan fakta dan bukti serta fakta yang terungkap di persidangan yang sampai masih sedang berjalan dengan agenda minggu depan adalah mendengarkan keterangan saksi dan penunjukan bukti dari penggugat dulu,” terang Muji.

Dikatakannya, perbedaan yang paling mencolok adalah jalan dan letak tanah. Kalau dari pihak tergugat sebelah utara itu jalannya lurus.

Sementara kalau miliknya penggugat itu yang lurus yang sebelah timur, sedangkan kalau punya Perumahan Prisma Cluster yang lurus itu adalah sebelah barat, persis sama (bentuk) jalan.

“Jadi beda jauh, luas pun juga beda. Yang milik penggugat 4.160 dengan nomor sertifikat juga berbeda.
Milik tergugat luas 3095 juga luasnya beda, nomornya beda dan bentuknya juga beda,” jelas Muji.

Dikatakannya, adanya perubahan lokasi mendadak, menurutnya fatal, karena sudah diajukan dalam pembuktikan lalu tiba – tiba dirubah.

“Yang bisa merubah menurut saya ya yang punya kewenangan itu, hanya BPN,” papar Muji.

Ia mengungkapkan, disebutkan dalam undang-undang bahwa pembeli yang beritikad baik dilindungi oleh undang-undang.

“Tanah kita yang menguasai dari awal, dia tidak pernah menguasai, tidak pernah mengelola tetapi tiba – tiba muncul serifikat sebaga pemilik dan ahli waris,” urai Muji.

Sementara itu, perwakilan warga Prisma Cluster Vikri mengatakan, mulai Desember 2019, pihaknya mempunyai bukti video. Kemudian tanggal 11 Januari mempunyai bukti video bahwa lokasi terakhir penggugat, dari 5 nomor terakhir sebelah kanan bawah sertifikat itu menujuk ke lokasi Jalan Sigura – Gura yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari sini.

Kemudian tanggal 29 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya melakukan cek kembali aplikasi resmi dari Kementerian Agraria, BPN telah merubah lokasi penggugat menumpuk di wilayah Prisma Cluster.

“Jadi nanti akan kita buktikan bahwa kita punya rekamannya semua, video maupun print out,” tukas Vikri.

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum pihak penggugat, menjelaskan bahwa pihaknya berada di lokasi untuk melakukan cek lokasi, terkait lokasi yang digugat apakah benar – benar letaknya seperti yang disebutkan.

“Yang kita tunjukan dalam PS tadi, batas – batasnya itu memang telah sesuai dengan apa yang kita buka,” terang Cello Pamungkas.

Dikatakannya, untuk masalah GPS yang ditunjukan oleh pihak tergugat, diakui bahwa petunjuk GPS sebelumnya mengarah ke objek yang lain, akan tetapi pihak BPN sudah membenarkan jika tersebut mengarah ke Jalan Sigura – Gura dengan letak lokasi yang sesuai yakni Perumahan Prisma Cluster.

“Jadi sudah dibenarkan oleh BPN, bahwa objek yang kita gugat itu di Prisma Cluster. Intinya permasalahannya adalah sertifikat kami dengan luas sekian itu dikeluarkan lagi oleh BPN dengan objek yang sama dan sertifikat yang baru pada tahun 2006,” pungkas Cello. (Yog/Had).