Gigih dan Ulet, Peternak Kelinci Holland Lop Survive Saat Pagebluk Corona

Foto : Risma bersama Kelinci Holland Lop. (ist)

BACAMALANG.COM – Di balik kisah menyedihkan kala pandemi, masih banyak kisah positif yang patut menjadi inspirasi dan motivasi.

Beragam usaha terbukti sukses kala pagebluk Corona menyerang yaitu semisal Budidaya ikan Cupang hias, tanaman hias dan kelinci Holland Lop (HL).

“Saya senang dan bersyukur usaha ternak kelinci Holland Lop ini masih bertahan,” tegas salah satu peternak kelinci Holland Lop Kota Batu Resmi Kharisma, yang akrab dipanggil Risma, Senin (8/2/2021).

Ia sejak tahun 2018 memulai usaha ternak dengan modal sekitar Rp 2 juta. Ia menceritakan, salah satu kendala beternak adalah saat pergantian musim, yang paling utama musim hujan. “Jadi perawatan kelinci harus super diperhatikan terutama kesehatannya, harus siap obat – obatannya dan vitamin,” terang Risma.

Berkat ketekunan dan kegigihannya, sampai sekarang ia memiliki 25 ekor kelinci. “Ada kualitas pet, kualitas brood dan berpedigree,” tutur Risma.

Selama menekuni usaha ternak, Risma menjalani secara mandiri. “Saya lebih suka mandiri dan pastinya harus bisa bagi waktu,” imbuh Risma.

Gencarkan Pemasaran Online

Terkait penjualan, Risma mengatakan memanfaatkan pemasaran digital lewat Facebook dan Instagram.

Untuk harga ia mematok termurah Rp 500 ribu dan termahal Rp 3 – 5 juta. Sedangkan omset ia menjelaskan bisa meraup minim Rp 5 juta per bulan.

Pembeli berasal dari luar kota sampai luar pulau. “Pembeli tersebar se-Indonesia. Seperti dari Jakarta, Jambi, dan Bali,” papar Risma.

Menariknya, usaha ternak Risma saat pandemi semakin berkembang dan maju. “Pandemi tidak berpengaruh justru semakin pesat karena pembeli beralasan mengisi waktu luang, khususnya untuk hiburan anak – anak, apalagi saat ini pembelajaran melalui daring dan anak – anak butuh hiburan di rumah, terutama yang hobi sama kelinci bisa buat teman mereka,” tukas Risma.

Waspada Saat Membeli

Risma mengatakan, bagi warga yang masih awam selayaknya berhati-hati saat membeli kelinci.

Ia mengungkapkan, berdasar pengamatannya ada sebanyak 80 persen persilangan yang dilakukan mengalami kegagalan.

“80 Persen persilangan hancur. Yang perlu diwaspadai ada sebagian penjual nakal yang menjual sama dengan harga HL (Holland Lop). Sebaiknya bagi yang awam harap berhati-hati agar tidak tertipu,” imbuh Risma.

Risma mengatakan penting untuk mempertahankan keaslian. “Pentingnya mempertahankan keaslian. Agar kualitas menjadi baik. Sedangkan kalau disilang memperburuk kualitas dan harga juga anjlok karena orang kebanyakan mencari yang ras murni.
Keunggulan kualitasnya bagus dan harga juga lebih mahal. Kalau Kami lebih mengutamakan kualitas dan ras murni,” kata Risma.

Risma mengatakan, ada sebagian peternak yang lebih mengutamakan kuantitas karena ingin mengejar omset. “Ada sebagian peternak lebih mengutamakan kuantitas (pokok laku) bukan kualitas. Hanya mengejar omset tanpa mengutamakan ras murni atau pure breed,” papar Risma.

Risma mengungkapkan, selayaknya sebelum membeli harus berhati-hati. “Kalau di peternak yang nakal kadang tetap djual harga disamakan dengan HL (menipu pembeli) kasihan pembeli pemula yang gak paham HL bisa kena tipu,” jelas Risma.

Yang gagal produk dijual harga murah hanya Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Kalau pure HL harganya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, tergantung kualitas dan line breeder terpercaya.

Utamakan Ras Murni

Risma sedikit memaparkan sedikit kiat untuk eksis dalam breeding Kelinci Holland Lop.

“Harapan ke depan semoga breeder breeder tidak meninggalkan kelinci jenis Holland Lop, dan selalu mengutamakan ras murni jangan ada silang menyilang supaya tetap menjaga kualitas bukan kuantitas,” urai Risma.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang budidaya (breeding) Kelinci HL bisa berkunjung ke Riz Rabit, Jalan Daip RT 06, RW 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, No 11. Atau bisa melihat lewat FB: Swetty Chrystal Aza dan Ig: Chrystal.aza. (had)