Reklame di Monumen Pesawat Suhat Belum Berizin, Nelly Beri Tanggapan Menohok

Foto: Laily Fitria Liza Min Nelly, tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemasangan reklame produk rokok di monumen pesawat di ruas Jalan Sukarno Hatta, Kota Malang, menuai protes dari warganet, tokoh masyarakat hingga sejumlah politisi.

Salah satunya tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang, Laily Fitria Liza Min Nelly. Dirinya menyebut jika reklame tersebut jelas melanggar karena sudah jelas ada aturannya dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 27 tahun 2015 tentang penataan reklame dan Perda nomor 4 tahun 2006 tentang penyelenggaraan reklame.

“Sekarang itu sudah banyak masyarakat mengeluhkan. Mbok sekali-sekali didengarkan keluhan dari masyarakat itu, apalagi itu aturannya kan sudah jelas, sudah ada perwalinya, kenapa harus dilanggar?,” kata Nelly Yahya, sapaan akrabnya, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, semestinya pemerintah dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Seperti diketahui, pemugaran monumen pesawat tersebut merupakan keinginan dari Pemerintah Kota Malang. Dalam hal ini, keberadaan reklame tersebut pastinya akan menambah pendapatan asli daerah (PAD), tetapi sayangnya disinyalir menabrak aturan yang ada.

“Kan masih banyak PAD yang tidak harus dari iklan, dari parkir kan masih bisa dimaksimalkan. Apalagi (monument pesawat) itu kan juga bersejarah di Malang, termasuk ikon juga,” terangnya.

Selain itu, Nelly juga menanggapi terkait Pemkot Malang yang memberikan waktu seminggu bagi pemasang iklan rokok tersebut untuk menyelesaikan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Kalau IMB-nya belum ada, lha selama ini gimana pengawasannya” ?. Terus ini di deadline seminggu harus mengurus ijin. Seminggu itu menurut saya waktu yang singkat, apa iya bisa?. Sedangkan masyarakat sendiri itu kalau mengurus izin kan setengah mati, relatip lama,” paparnya. (yga/red)