Tingkatkan Kualitas Jalan, Tiga Kecamatan Dapat Kucuran 16 Miliar

Ilustrasi perbaikan jalan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Dana yang bersumber dari Program Hibah Jalan Daerah atau PHJD senilai sekitar Rp 16 miliar dikucurkan untuk peningkatan kualitas jalan di Kecamatan Poncokusumo, Tumpang dan Pakis.

Keberadaan tiga kecamatan itu memang penting bagi mobilitas wisatawan yang hendak menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Karena itu, kualitas jalan terus dibenahi.

Beberapa ruas jalan di tiga wilayah memang sudah mengalami peningkatan. Tapi belum menyeluruh.

Beruntung, tahun ini ketiga kecamatan masuk dalam PHJD. Program langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kemen PUPR.

Belum lama ini, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni menyatakan jika peningkatan kualitas jalan dilakukan hingga perbatasan Kabupaten Lumajang.

“Kalau TNBTS itu penanganannya long segment. Jadi sepanjang ruas itu ditangani sesuai dengan kondisi lapangan, yang tutup lubang hanya tutup lubang, yang memang kerusakan lebih parah itu di rekontruksi atau berem-berem jalan (bahu jalan, red) di perkeras sesuai dengan kondisi jalan,” kata Romdhoni, saat ditemui disela-sela rapat paripurna, Selasa (6/4/2021).

Kepala Dinas PU Bina Marga, Romdhoni (Dhimas)

Romdhoni pun menyampaikan, peningkatan kualitas jalan di tiga kecamatan sekitar TNBTS itu dipastikan tuntas tahun ini. Hal ini disebabkan alokasi anggaran untuk peningkatan jalan di tiga wilayah tidak mengalami recofusing atau pemangkasan akibat pandemi.

“Kebetulan paket yang sekitar Bromo karena aturan PHJD dan aturan DAK, itu tidak mengalami perubahan. Yang lain nanti yang mengalami perubahan,” tuturnya pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang.

Sementara, tender proyek peningkatan jalan inipun telah selesai dilaksanakan. Pemenangnya, PT Sriwijaya Delapan Tujuh.

Tertera di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE Pemerintah Kabupaten Malang, perusahaan jasa kontruksi yang beralamat di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji dinyatakan menang tender dengan nilai penawaran Rp 14 miliar. Sriwijaya Delapan Tujuh menyisihkan 99 perusahaan jasa kontruksi lainnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza (Dhimas)

Di sisi lain, Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang, Amarta Faza menerangkan, infrastruktur merupakan penunjang utama roda perekonomian. Terlebih, lanjut Faza, saat ini pemerintah tengah fokus memulihkan ekonomi di tengah pandemi yang tak kunjung tuntas.

“Sudah ada kajian akademis bahwa infrastruktur ini menunjang terkait perekonomian, pemberantasan kemiskinan. Terbukti ketika infrastruktur, jalan terbangun dengan baik, maka ekonomi juga pasti meningkat. Tapi ketika jalan-jalan rusak, transportasi itu susah, pasti juga ekonomi, akan mengirim barang, kebutuhan-kebutuhan lain akan menjadi sulit,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat. (mid/red)