Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Begini Solusi Praktisi Community Development

Foto: Praktisi Community Development, Piet Widiadi. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna memulihkan ekonomi pasca pandemi, Praktisi Pendampingan dan pembangunan masyarakat (community development) Piet Widiadi menilai perlunya pengembangan simpul dan dukungan penguatan kapasitas usaha berbasis digital.

“Saya menilai perlunya pengembangan simpul dan dukungan penguatan kapasitas usaha berbasis digital pada kelompok kecil – mikro di Kabupaten Malang,” tandas Piet Widiadi.

Sekilas informasi, Komunitas Pasar Online Rakyat Desa (KOMPOR DESA) Kabupaten Malang menggelar Webinar dan telah menemukan solusi atas pemulihan ekonomi rakyat pasca pandemi.

Dalam Webinar Kompor Desa tersebut menghadirkan narasumber dari beberapa komunitas dan perguruan tinggi bahkan diikuti oleh Dirjen Pengembangan Daerah Tertinggal Kementrian Desa dan PDT, Samsul Widodo, Rektor UNIRA Malang, DR. hasan Abadi, Inisiator Kompor Desa, M. Iksan, Ines Handayani, Pemerhati dan Praktisi E-Commerce, Piet Widiadi, Pendopo Kembang Kopi, dan Erik Priyanto pemerhati Multimedia.

Kurang akses

Piet menututkan, pada masa pandemi, kegiatan ekonomi dari kelompok kecil – mikro merasakan dampak yang paling besar.

Untuk itu perlu ada pemihakan yang cukup kuat dan mendongkrak usaha mereka. Apalagi, umumnya kelompok ini kurang memiliki akses kepada media sosial berbasis internet.

Perangkat yang dimiliki kemungkinan tidak cukup mampu mengakses secara terus menerus, sehingga kalau melakukan usaha melalui media sosial tentu akan mengalami kendala.

Untuk itu perlu pengembangan simpul dan KOMPOR bisa menjadi salah satu jalan. Dimana produk mereka bisa didisplai pada “show room” KOMPOR untuk dikenalkan.

Dengan kondisi seperti itu maka pengorganisasian kelompok kecil – mikro ini sangat penting.

“Mereka perlu mendapatkan dukungan penguatan kapasitas dalam pengembangan usaha, seperti produk dan ketrampilan pengembangan produk yang bisa diterima oleh pasar yang berupa jaringan daring dan jaringan jamaah NU misalnya,” tegas pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini.

Selain itu, perlu juga penguatan pemahaman penggunaan media daring dan jaga kepemilikan perangkat yang mampu dipakai untuk memasarkan produk mereka.

“Sekali lagi, bahwa ini merupakan upaya melakukan pengorganisasian pada kelompok usaha kecil – mikro untuk bertahan dalam badai dan masuk pada gerbang keluar dari badai pandemi,” pungkas Owner Pendopo Kembang Kopi di Glagah Ombo, Sumbersuko, Wagir, Kabupaten Malang ini. (Had/Red)