Tiga Orang Reaktif, Sutiaji Perintahkan Roketto Coffee Ditutup

Foto: Suasana rapid test. (ist)

BACAMALANG.COM – Walikota Malang Drs. Sutiaji meminta meminta Roketto Coffee ditutup untuk sementara waktu. Hal ini disampaikan dalam Operasi Gabungan (Opsgab) yang dilakukan Satgas Covid-19 pada Selasa (7/7/2020) malam.

Sutiaji mengambil tindakan tegas setelah Satgas menyatakan reaktif Covid-19 terhadap tiga orang pengunjung caffee.

“Cafenya saya minta ditutup. Kenapa? walaupun pengelolanya tidak reaktif tapi ini pengunjunganya tadi nempati yang mana belum tahu. Transmisinya belum tahu, maka ini ditutup dulu,” tegas Sutiaji.

Terlihat ketika tim Opsgab masuk ada pengunjung yang tidak memakai masker dan di cafe ini tidak menerapkan protokol jaga jarak sama sekali. Semua pengunjung tampak duduk berdekatan tanpa jarak karena juga tidak ada tanda yang disiapkan oleh pengelola cafe, bahkan ada yang membawa anak bayi di kafe yang padat dengan kerumunan orang ini.

Sutiaji merasa prihatin terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ada di Kota Malang ini. Menurutnya, hasil rapid yang non reaktif bisa menjadi positif ketika dilakukan proses swab.

“Bisa jadi itu aman bagi dia (OTG), tapi bahaya bagi orang lain. Karena ketika di rapid pun biasanya non reaktif tapi kalo di Swab positif. Hari ini ada 3 yang kita Swab” ujar Pak Aji panggilan akrab Walikota Malang.

Walikota Malang mengajak masyarakat bersama dengan pemerintah dan instansi terkait untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Selain itu pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Pemerintah hadir, karena ini untuk memberikan jaminan bagi masyarakat supaya disini maksudnya boleh buka tapi dijaga,” kata Sutiaji.

Penertiban dan penegakan protokol Covid-19 yang digelar Pemkot, Polresta Malang Kota, serta Kodim 0833 kota Malang itu mendapati pengunjung sebanyak 143 orang. Petugas akhirnya melakukan rapid test kepada seluruh pengunjung yang terdiri dari pegawai, managemen, keamanan, pengunjung, hingga jukir.

Hasilnya, sebanyak tiga orang dinyatakan reaktif dan langsung dilakukan swab untuk kemudian dikirim ke rumah isolasi yang berlokasi di kawasan Jalan Kawi, kota Malang.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata dalam apel Opsgab di Makodim 0833 Kota Malang, menegaskan agar Opsgab juga digunakan sebagai sarana komunikasi kepada masyarakat.

“Jadi jangan biarkan waktu kosong, begitu sudah dilaksanakan rapid maka lakukan sosialisasi disana. Berikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat apa yang kita kerjakan ini adalah wujud cinta kasih kita kepada mereka. Bukan karena kita benci, tapi kita sayang sama nyawa,” kata Kombes Pol Leonardus.

Kota Malang yang menjadi zona merah itu karena adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang mendekati angka 300 orang. Data terkini persebaran pandemi Covid-19 Kota Malang pada 7 Juli 2020 menunjukkan peningkatan terkonfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 12 orang. Angka ini membuat total yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 290 orang dengan rincian penambahan meninggal 23 orang.

Sebanyak 196 orang terkonfirm positif Covid-19 dirawat, bertambah 1 orang dari hari sebelumnya. Namun angka kesembuhan juga meningkat menjadi 71 orang, yang artinya bertambah 1 orang. Sedangkan angka Orang Tanpa Gejala (OTG) kota Malang mengalami kenaikan sebanyak 23 orang sehingga total menjadi 857 orang. (Lis/Red)