Lintang Pandu Pertiwi, Giatkan Literasi Lewat Buku dan Dongeng

Foto: Lintang Pandu Pertiwi saat mendongeng dalam giat Tebar Baca, di Taman Singha Merjosari Kota Malang, Minggu (8/11/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Gubuk Tulis adalah kelompok pegiat literasi dan tulis menulis. Lewat giat Tebar Baca, kelompok ini mengajak anak-anak untuk bermain dan membaca setiap hari Minggu di Taman Singha Merjosari Kota Malang.

Namun ada yang beda pada Tebar Baca yang digelar pada Minggu (8/11/2020) ini. Selain membaca, anak-anak berkesempatan mendengarkan dongeng dari seorang pendongeng, Lintang Pandu Pertiwi.

Saat mendongeng, Lintang membawa buku dan menunjukkannya kepada anak-anak. Kali ini ia membawakan kisah Ande-Ande Lumut. Ia pun membawakannya dengan sederhana, namun menyenangkan. Sambil bercerita, ia membalik tiap halaman buku cerita bergambar tersebut, sehingga anak-anak dapat melihat visualnya.

Usai bercerita, Lintang mengatakan, kalau dirinya lebih suka menggelar kegiatan literasi di ruang terbuka seperti ini. “Suasananya mendukung untuk bermain dan membaca, dimana anak-anak akan melihat temannya membaca, sehingga ada keinginan untuk mencari tahu,” ujar alumnus Universitas Negeri Malang ini.

Lintang juga suka membagikan cerita asli Indonesia, seperti kisah Ande-Ande Lumut yang ia bacakan dari buku kumpulan dongeng karyanya. Sebagai pendongeng, ia juga perlu untuk memperhalus, jika ternyata ada unsur kekerasan atau mungkin unsur lainnya yang dianggap kurang pantas untuk ana-anak di kisah aslinya.

Lintang sangat menyambut baik masa new normal ini, setelah di masa pandemi dirinya lebih banyak mendongeng secara daring. Namun ada kegundahan di hati ilustrator untuk buku-buku anak dari beberapa penerbit terkemuka di Indonesia ini. “Ternyata banyak anak-anak yang belum mengetahui cerita-cerita asli Indonesia,” ujar penulis yang bukunya masuk dalam International Bestseller di amazon.com ini. Oleh karena itu ia getol menggiatkan literasi, selain lewat buku juga dengan mendongeng, agar memori ini akan tertanam pada anak-anak sejak usai dini.

Sementara itu, Pemred Gubuk Tulis yang juga Koordinator Komunitas Perempuan Bergerak, Nuril Qomariyah menuturkan, kegiatan Tebar Baca sengaja digiatkan lagi setelah masa pandemi. “Baru pekan dan yang kedua ini seklaigus menghadirkan dongeng bersama Lintang,” ujarnya.

Nuril mengaku sengaja menghadirkan Lintang agar suasana berbeda dan juga sebagai motivasi kepada anak-anak. “Saya bisa mengenalkan kiprah Lintang yang artinya orang bisa sukses di berbagai bidang termasuk di bidang literasi,” tandasnya. (ned)