LADUB Temukan Pemberian Insentif Guru Ngaji Diduga Ditunggangi SANDI

Ketua Tim Hukum LADUB, Dahri Abdussalam (dua dari kiri) saat membuat laporan di Bawaslu Kabupaten Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Pembagian insentif guru ngaji di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari diduga ditunggangi kepentingan politik pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI.

Hal ini berdasarkan temuan Tim Hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias LADUB.

Tim Hukum LADUB bahkan memiliki bukti berupa rekaman video. Pada rekaman video tersebut juga terlihat istri Calon Wakil Bupati Malang nomor urut 1, Didik Gatot Subroto. Istri Didik sendiri berstatus sebagai Kepala Desa Tunjungtirto.

“Jelas ini adalah bentuk pelanggaran karena disana juga ada Kepala Desa Tunjungtirto yang notabene adalah istri Cawabup Didik Gatot Subroto di indikasi menyerukan dukungan untuk paslon SANDI,” kata Ketua Tim Hukum LADUB, Dahri Abdussalam, Selasa (8/12/2020).

Dijelaskan Dahri, insentif guru ngaji merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Malang.

“Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Malang dan bukan dari dana kampanye paslon. Kita sudah laporkan temuan ini kepada Bawaslu dan Gakumdu dan sekarang sedang dilakukan proses,” terangnya.

Dahri menjelaskan, selama ini Tim Hukum LADUB seringkali menemukan pelanggaran yang dilakukan SANDI. Padahal saat ini masa tenang Pilkada. Salah satunya terkait pembagian APK SANDI yang dilakukan seorang petugas KPPS.

“Belum selesai kasus tersebut kini ada video yang beredar terkait pembagian insentif guru ngaji yang ditunggangi kepentingan politik,” tukas Dahri. (mid/yog)