Ngalambungkus #1, Membungkus Optimisme Produk Lokal

Foto: Pameran Ngalambungkus #1 di gedung DKM, Selasa (8/12/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Kemasan atau packaging suatu produk akan memberi pengaruh terhadap nilai jual produk. Akibatnya desain menjadi poin penting dari packaging itu sendiri. Beragam desain packaging saat ini dapat disaksikan di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) lewat pameran bertajuk Ngalambungkus #1.

Pameran ini disusun sebagai perwujudan proyek kolaborasi dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang bersama kampus-kampus penyelenggara Program Studi Desain Komunikasi Visual, seperti Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Ma Chung, Binus hingga STIKI.

Ketua ADGI Chapter Malang, Andreas Syah Pahlevi mengatakan, Ngalambungkus adalah pameran desain kemasan yang diinisiasi untuk merespon kreativitas dari desainer dengan proses terpandu dan kurasi untuk menghasilkan karya desain kemasan guna mendukung produk lokal daerah.

“Gelar pameran ini telah dipersiapkan dengan dukungan yang baik dari berbagai pihak, dengan visi yang sama, yaitu memajukan produk lokal Indonesia dan daya saing produk yang maksimal,” ujarnya.

“Lewat pameran ini, kami ingin memberikan semangat bagi siapapun bahwa kita harus tetap produktif meskipun di tengah kewaspadaan pandemi COVID-19,” harapnya.

Salah satu peserta pameran Renaldy mengungkapkan, pameran ini menunjukkan optimisme untuk mendukung produk lokal dengan desain yang hadir secara apik dalam display  karyanya. “Desain kami buat berdasarkan data dari UMKM yang bersangkutan,” terang mahasiswa Desain Komunikasi Visual UM ini.
Renaldy menambahkan, hal ini menjadi tantangan bagi dirinya selaku desainer.

“Bukan hanya membuat kreasi baru dari karakter UMKM tersebut, tapi bagaimana menciptakan desain yang lebih baik dari yang sudah ada sebelumnya,” urai mahasiswa yang menggarap desain packaging produk rengginang dari Bangka ini. Ia berharap desain-desain ini mampu menambah nilai jual dari produk-produk UMKM.

“Apalagi di saat seperti sekarang dimana penjualan didominasi secara online, sehingga mau tidak mau produk harus tampil menarik saat ditawarkan,” tandasnya.

Pameran Ngalambungkus ini merupakan kali pertama menggunakan platform “hibrida”, yakni online dan offline yang diancang sedemikian rupa menyesuaikan kondisi pandemi saat ini, sebagai wujud dukungan bangga produk buatan Indonesia. serta memberi wawasan komprehensif dan motivasi himbauan kepada masyarakat untuk mendukung produk lokal Indonesia. Pameran ini berlangsung pada 8-11 Desember 2020. (ned)