Mengenal Toyomarto, Desa di Atas Air

Foto : Pemandangan Desa Toyomarto. (ist)

BACAMALANG.COM – Warga Kabupaten Malang layak bersyukur karena dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Sebut saja Desa Toyomarto di Kecamatan Singosari, maka seperti namanya, Toyomarto berarti “air yang abadi”. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa desa ini memang dikaruniai sumber-sumber mata air artesis yang cukup melimpah dan tidak pernah mengering.

“Komunitas Jelajah Jejak Malang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Toyomarto meluncurkan buku monografi Toyomarto awal tahun 2021. Diharapkan selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga muncul kesadaran turut memelihara kelestarian desa,” tegas Pendiri dan Ketua Jelajah Jejak Malang (JJM), Restu Respati, Sabtu (9/1/2021).

Toyomarto adalah salah satu dari sekian banyak desa yang masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Secara geografis Toyomarto terletak di sekitaran lereng Gunung Arjuno, sehingga membuat desa ini menjadi salah satu desa tertinggi di wilayah Singosari.

Setiap dusun di desa ini memiliki sumber-sumber mata airnya sendiri. Tidak mengherankan apabila di masa lalu para leluhur desa memberikan nama desa ini dengan nama “Toyomarto”.

Kaya Peninggalan Sejarah

Tidak hanya memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) berupa air, Toyomarto ternyata juga memiliki banyak sekali kekayaan sejarah, tinggalan-tinggalan purbakala dan kekayaan sosial-budaya.

Toyomarto memiliki tinggalan sejarah berupa Stupa Sumberawan, yakni satu-satunya stupa Buddha dari zaman Hindu-Buddha yang ada di provinsi Jawa Timur.

Toyomarto juga memiliki Kebun Teh Wonosari, yang merupakan salah satu perkebunan teh terluas dan tertua di Jawa Timur pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda. Belum lagi penduduk dari desa ini memiliki banyak sekali produk-produk kebudayaan yang masih eksis hingga sekarang.

“Melalui buku ini kami mengajak para pembaca sekalian untuk menelusuri sejarah, mengenal eko-sosial-kultural desa dan melintasi lorong waktu lintas masa dari Desa Toyomarto agar pembaca sekalian lebih dalam mengenal desa ini,” pungkas Restu Respati. (dhum)