Pendidikan Masa Pandemi Covid-19 di Kota Malang

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh : Pipit Sandra

Pandemi Covid-19 hingga saat ini yang masih melanda berbagai negara di dunia, dari hari ke hari jumlah pasien kasus Covid-19 semakin meningkat. Hingga menyebabkan terjadi beberapa perubahan dalam program pemerintah. Hal ini perlu di salurkan dengan baik kepada masyarakat, dari revisi anggaran hingga program dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan. Seluruh instansi maupun lembaga pemerintah menerapkan beberapa kebijakan, guna menghindari penyebaran Covid-19 yaitu dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Melalui diterapkannya PSBB ini telah diatur beberapa hal seperti kegiatan pembelajaran disekolah dilakukan dirumah dan  aktivitas ditempat umum dibatasi. 

Dalam situasi saat ini semua sektor juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19, salah satunya yaitu sektor Pendidikan. Di Indonesia hampir seluruh siswa terganggu kegiatan sekolahnya dan juga berdampak pada hak-hak pendidikan mereka di masa yang akan datang. Apabila situasi seperti ini terus meningkat maka dapat dipastikan dampak terhadap sektor pendidikan juga akan semakin meningkat.

Pelayanan Publik Bidang Pendidikan dapat dilakukan melalui daring atau online tetapi jika terdapat pelayanan secara manual maka harus mengimplementasikan mengukur suhu pengguna layanan, menyediakan tempat cuci tangan/handsinitizer, memakai masker, dan menjaga jarak. Dalam hal ini juga berlaku pada bidang pendidikan, yaitu salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran dirumah melalui aplikasi-aplikasi tertentu, mulai dari dari tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK. Selain itu melihat perkembangan saat ini, Dapat dilihat dari kejadian disekiar, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone atau gadget yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dirumah maka akan kesusahan, sehingga pihak sekolah juga mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Aktivitas pelayanan publik bidang pendidikan juga terganggu akibat Covid-19 saat ini, seperti misalnya semua kegiatan dilakukan secara online, kalaupun terdapat aktivitas yang tidak bisa dilakukan secara online maka akan tetap dilakukan secara langsung dengan melaksanakan sesuai protokol. Hal ini dilakukan karena penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menyiapkan jatah kuota sebesar 35 GB untuk tiap siswa. Untuk penyaluran kuota internet ini Pemerintah Kota Malang meminta supaya semua sekolah segera melakukan pendataan nomor ponsel yang digunakan oleh siswa. Orangtua siswa merasa sangat terbantu dengan adanya kuota 35 GB, mengingat perekonomian menurun akibat dampak Pandemi Covid-19.  Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan beberapa solusi, yaitu mempersiapkan penyediaan free WIFI pada 511 titik yang tersebar di semua RW. Dinas Pendidikan Kota Malang berharap Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan supaya tetap berjalan optimal meskipun dalam kondisi saat ini, dan berharap orang tua, kepala sekolah, siswa, dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat sama-sama bekerjasama guna mencegah dan menanggulangi wabah Covid-19.

*) Penulis: Pipit Sandra, Mahasiswi Semester 5 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis