Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Berikut Kronologinya

Foto: Pesawat Sriwijaya. (ist)

BACAMALANG.COM – Dunia penerbangan tanah air berduka dengan kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di dekat Pulau Laki. Atas kejadian ini, Sriwijaya Air menyarankan keluarga dan kerabat penumpang, dapat menghubungi nomor hotline 021  8063 7816 dan 021 8063 7817.

“Kami selalu mendoakan yang terbaik dan akan mengupdate informasi selengkapnya,” harap District Manager (DM) Sriwijaya Air Makassar, Fredy De Hart. 

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Ketinggian Berubah dan Hilang Kontak

Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.

Pesawat ini merupakan jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC.

Kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di Kepulauan Seribu.



Kapten kapal, Eko, mengatakan, awalnya ia mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir. Lalu pihaknya mengecek ke lokasi.

“Ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging, mungkin tubuh dari manusia,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi. “Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” kata dia.

Informasi pesawat hilang kontak tersebut diunggah oleh situs pemantau penerbangan Flightjadar24.

Angkut 62 Penumpang

Distrik Manager Sriwijaya Air Grup Pontianak, Faisal Rahman saat konferensi Pers menyampaikan, dari data manifest pesawat, terdapat 62 orang yang berada di pesawat tersebut.

“Di dalam pesawat tersebut ada 62 jiwa, untuk kru pesawat ada 6 orang. Dan sementara hanya itu yang bisa saya Sampaikan,”ujarnya saat konferensi Pers di Bandara Internasional Supadio.



Kasie Pemerintahan Kecamatan Pulau Seribu, Surachman mengatakan, nelayan di Kepulauan Seribu menemukan sejumlah barang yang diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Kabel pesawat, potongan seukuran satu jengkal, jok, dan ada rambutnya,” kata Surachman. Disebutkan Surachman, sejumlah nelayan melihat pesawat jatuh ke dalam laut.

Surachman menambahkan, lokasi jatuhnya diduga Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di sekitar Pulau Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang.
“Laporannya begitu,” ujar dia.

Menurut pantauan situs flightradar, pesawat itu hilang kontak 11 nautical mile lepas pantai jakarta saat menanjak dari ketinggian 11,000 feet menuju 13,000 feet pukul 07.40 UTC atau sekitar pukul 14.40.

Pesawat dengan call sign SJY182 bernomor lambung PK-CLC terbang dari Jakarta menuju Pontianak. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.36 WIB. (*/had)