Era Santri Millenial, SMP Roudlatul Ulum Dalami Pembelajaran Berbasis IT

Foto : SMP Roudhotul Ulum Dalami Pembelajaran Berbasis IT. (ist)

BACAMALANG.COM – Hadirnya era teknologi 4.0 dan santri milenial, kiranya perlu dilakukan berbagai persiapan agar bisa memaksimalkan potensi dan daya dukung yang dimiliki agar membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMP Raudlatul Ulum Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, Masruri Mahali di sela-sela giat Workshop Pembelajaran Berbasis IT, Sabtu (8/2/2020).

“Kegiatan workshop ini dijalankan dalam upaya penguatan pembelajaran di abad 21 serta dalam rangka menyambut hadirnya era santri milenial,” tandas Masruri Mahali yang pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang.

Masruri mengatakan, kegiatan ini diikuti 25 peserta yang berasal dari para pengajar, dan staf SMP Raudlatul Ulum.

Ia menjelaskan, dirinya berharap guru-guru di kelas bisa memberikan pelajaran berbasis teknologi digital (IT) dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan ada hasil karya nyata usai mengikuti workshop ini.

Masruri menyebutkan, workshop semacam ini penting diadakan dan bersifat urgent karena jaman serba digital telah datang, dan jika tidak dipersiapkan, maka bangsa Indonesia akan ketinggalan jaman dan kalah dalam kompetisi global.

Ia mengungkapkan, selanjutnya orang tua dapat memantau perkembangan anak-anaknya mempunyai kemampuan plus dalam hal penguasaan penggunaan medsos semisal FB, Twitter, YouTube untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Terkait daya dukung, Masruri mengatakan selama ini sekolahnya telah menjalankan pembelajaran berbasis teknologi digital dan IT.

“Jadi workshop ini selain memberikan wawasan baru bisa juga dikatakan sebagai upaya penguatan, karena selama ini sebenarnya kita telah menjalankan pembelajaran berbasis teknologi digital dan IT,” terang pria yang juga Direktur Malang Plural Institute tersebut.

Dikatakannya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penjabaran atau tindak lanjut dari kebijakan Menteri Pendidikan agar semua sekolah di Indonesia menjalankan pembelajaran berbasis teknologi digital dan IT.

Sementara itu, Dosen Institut Agama Islam (IAI) Al Qolam selaku pemateri M. Hasyim mengatakan, kegiatan workshop dijalankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dalam hal IT.

“Jika dulu masih belum ada teknologi digital maka sekarang sudah ada dan kita lakukan dengan tak lupa menjalankan pengembangan dan nantinya juga evaluasi,” tegas Hasyim.

Hasyim menjelaskan peserta mengikuti workshop dengan antusias yang terbukti dari adanya banyak pertanyaan pada sesi interaktif dengan peserta.

“Satu hal yang menarik adalah peserta menanyakan tentang tindak lanjut dari kegiatan workshop ini agar bisa lebih maksimal kemanfaatannya,” urai Hasyim.

Guna menjalankan upaya lanjutan usai workshop maka pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk pengembangan kegiatan setelah dilakukan evaluasi kegiatan.

Hasyim mengungkapkan workshop ini juga merupakan kegiatan follow up dari kebijakan Menteri Pendidikan terkait pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang hanya cukup satu lembar saja.

“Workshop ini juga menjadi kegiatan lanjutan untuk memudahkan pembuatan RPP secara ringkas satu lembar sesuai kebijakan Menteri Pendidikan RI,” tukas Hasyim. (Had).