Situs Sekaran, Ikon Baru Kabupaten Malang

Foto : Dr Sri Untari tengah saat berada di Situs Sekaran. (Hum)

BACAMALANG.COM – Dr. Sri Untari MAP, disela-sela acara tasyakuran dimulainya pembangunan atap dan diding penguat Situs Sekaran di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (9/2/2020) pagi, mengutarakan bahwa Situs Sekaran merupakan icon baru Kabupaten Malang.

“Ini adalah tempat bersejarah yang pernah hilang dan kini sudah ditemukan kembali. Makanya situs Sekaran merupakan icon baru bagi Kabupaten Malang,” ujar Sri Untari.

Ia lantas menyampaikan, jika Situs Sekaran itu, merupakan penanda kejayaan masa lalu. Sebagaimana kejayaan Kerajaan  Singosari, ini sekaligus menunjukan kalau dulu di Kabupaten Malang ini, ada kerajaan besar.

“Dalam tatanan sejarah dimasa Kejayaannya Kerajaan Singosari ini merupakan kerjaan besar yang amat sangat di segani. Karena itu, sebagai generasi muda harus bangga menginggat akan sejarah tersebut,” tambah wanita yang juga Ketua Umun Dekopin Pusat itu.

Generasi yang baik, lanjut Sri Untari adalah generasi yang tidak melupakan sejarah. Sebagaimana dipesankan oleh Plokamator RI  Bung Karno. “Bung Karno, selalu bilang bangsa yang besar adalah Bangsa yang tidak melupakan sejarah,” tandasnya.

Makanya nilai-nilai sejarah peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia itu harus tetap dilestarikan. “Saya titip kepada Pemerintah Kabupaten Melang untuk memberikan perhatian kepada Situs Sekaran dan Situs-Situs lain yang mungkin ditemukan, kedepan pemeliharaan situs secara baik , tidak saja akan mengingatkan generasi muda akan kejayaan masa lalu, tapi juga bisa berdampak secara ekonomi bagi masyarakatnya,” urai Sri Untari.

Ia berkeyakinan pemeliharaan situs yang baik, akan mengundang wisatawan untuk datang dan melihat situs tersebut. Kunjungan wisata akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakatnya.
    
Patut diketahui Situs Sekaran yang berada tidak jauh dari proyek Tol Malang-Pandaan, sudah ditemukan sejak Maret 2019 lalu. Oleh karenanya, hari ini (9/2/2020) sejumlah pihak melakukan bersih-bersih situs. Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, progres pengerjaan Situs Sekaran selanjutnya adalah pembuatan atap untuk melindungi Situs Sekaran agar tidak rusak. Rencana, proses pengatapan itu akan selesai pada bulan Maret tahun ini.

Kedepanya, situs tersebut akan dikelola oleh desa menggunakan dana desa. Baik perawatan danpengembangan wisata di area tersebut. “Rapat kemarin juga sudah disepakati kalau pengelolahan oleh desa melalui Pemkab, Desa menyanggupi menggunakan dana desa,” imbuhnya.

Sebuah situs sejarah tentu membutuhkan narasi sejarah, Wicak mengatakan nantinya pihaknyalah yang akan menyediakan narasi sejarah. Namun, akan terus dilakukan kajian lanjutan. Kajian Sejarah akan dilakukan oleh Jurusan Sejarah UM (Universitas Negeri Malang). Nantinya situs ini juga akan menjadi laboratorium lapangan bagi Mahasiswa Sejarah. (Hum)