Masih Gawat, Mencuat Wacana PSBL di 3 Kecamatan Ini

Komandan Kodim 0818, Letkol Int Ferry Muzawwad (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Belum lama ini Bupati Malang, HM Sanusi menyebut bahwa tinggal 3 kecamatan di wilayahnya yang harus ditangani lebih serius agar mentas dari zona merah Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Ketiga kecamatan itu antara lain Lawang, Singosari, dan Karangploso. Tadi malam tim Satgas New Normal Kabupaten Malang melaksanakan rapat koordinasi membahas kiat-kiat yang akan dilakukan kedepan untuk penanganan 3 kecamatan itu.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, muncul istilah Pembatasan Sosial Berskala Lokal alias PSBL.

“Ya pasti dalam pelaksanaan PSBL itu nanti itu akan ada penyekatan-penyekatan kayak check point, yang akan dirumuskan besok. Bagaimana mekanismenya yang lebih arif, bijak, yang bisa berjalan sesuai skema yang baik lah. Sehingga masyarakat tidak merasa terbebani, tapi juga memang butuh ketegasan dalam koridor ini,” kata Komandan Satgas New Normal Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad, Selasa (9/6/2020).

Pria yang menjabat Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu itu mengakui, selama ini perputaran kasus Covid-19 yang paling tinggi di Kabupaten Malang memang terpusat di 3 kecamatan itu.

“Besok akan dirumuskan bagaimana melokalisir zona merah yang ada di Kabupaten Malang, Lawang, Singosari sama Karangploso. Karena ini putarannya disitu terus. Makanya ini bagaimana memformulasikan agar penyebaran ini bisa terputus disitu. Sedangkan yang lain insyaallah sudah kuat kan ya,” terangnya.

Lebih jauh, Ferry menyampaikan jika keputusan PSBL itu masih belum final. Rencananya, Satgas New Normal Kabupaten Malang bakal melakukan rapat koordinasi sekali lagi sebelum memutuskan penerapan PSBL di 3 kecamatan itu.

“Kemungkinan. Tapi saya belum bisa meng-iya-kan. Karena masih merumuskan tentang apa yang harus dilakukan oleh Pemkab Malang di 3 kecamatan,” tandasnya. (mid/yog)