30 Tahun Hotel Tugu Malang – The Art, Soul and Romance of Old Java

Foto: Peringatan 30 tahun Hotel Tugu Malang dengan sajian jajan pasar. (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Hotel Tugu Malang, properti pertama dari grup Tugu Hotels & Restaurants yang dibangun dan dirancang Anhar Setjadibrata, merayakan hari jadinya yang ke 30 pada Jumat, 10 Juli 2020.

Ditilik dari sejarahnya, hotel ini pertama dibuka pada tahun 1990 untuk menampung koleksi barang antik terbesar di Indonesia serta sebagai realisasi akan mimpi untuk melestarikan budaya dan seni Indonesia. Kelahiran Hotel Tugu Malang menjadi awal berdirinya grup Tugu yang pada saat ini telah memiliki 4 hotel; yakni Hotel Tugu Malang, Hotel Tugu Blitar, Hotel Tugu Bali, dan Hotel Tugu Lombok.

“Kami ingin mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui dalam membawa nama Jawa Timur dan Indonesia ke panggung dunia, melalui luxury travel dengan unsur budaya Indonesia yang kental,” ujar Lucienne Anhar Managing Director Tugu Hotels & Restaurants, saat media gathering di hotel setempat, Kamis (9/7/2020).

Lucienne menambahkan, semua pihak termasuk Tugu Hotel menghadapi tantangan baru dalam pandemi Covid 19 ini.
“Kami diingatkan akan besarnya cinta yang kami miliki untuk Indonesia; tempat kami dilahirkan, tanah air yang melimpahkan begitu banyak anugerah terhadap kita, serta budaya & seni & sejarah selama 30 tahun membuat kami sangat bangga akan keunikan kepulauan Indonesia ini,” paparnya.

Executive Assistant Manager Hotel Tugu Crecentia Harividianti menambahkan, pihaknya sengaja mengundang media sebagai bagian dari sinergi kerjasama, untuk berbagi kebahagiaan.
“Saatnya kita bertatap muka setelah tiga bulan harus work from home,” ungkapnya.

Memasuki masa new normal, lanjut Crecentia, Hotel Tugu menerapkan protokol kesehatan bersandar WHO dan regulasi pemerintah terkini. “Bahkan protokol ini sudah diterapkan dengan ketat selama masa pandemi,” imbuhnya.

Seluruh kamar dibersihkan secara berkala dan disemprot dengan disinfektan, serta disterilkan selama 24 jam sebelum bisa ditempati tamu. Kamar juga diatur berjarak satu sama lain sejalan dengan pengurangan kapasitas hotel, sebagai salah satu bentuk penerapan physical distancing.

Foto: Jajanan Pasar. (nedi putra aw)

Sementara Pratiwi Sasotya, Director of Communications Hotel Tugu mengungkapkan, perjalanan selama 30 tahun ini menempa pihaknya untuk bekerja keras sehingga akhirnya dapat meraih sejumlah penghargaan.

“Kami bersyukur, karena terpilih salah satunya sebagai 20 Hotel Terbaik Asia oleh Conde Nast Traveler (New York) Readers ‘Choice Awards 2019, sebagai satu dari hanya dua hotel di Indonesia yang dipilih dari hampir 10.000 hotel, resor, dan spa yang masuk ke dalam nominasi,” tutur wanita yang akrab disapa Tya ini kepada awak media.

Ia menambahkan, di tahun 2020 ini, Hotel Tugu Malang juga kembali dinominasikan kembali untuk penghargaan prestisius dalam industri hospitality tersebut.

”Dua restoran yang dinaungi Hotel Tugu Malang juga kerap mendapatkan penghargaan berkelas nasional maupun internasional.seperti Melati Restaurant telah mendapatkan Certificate of Excellence 2019 dari TripAdvisor, bahkan sejak tahun 2015 Melati menjadi bagian dari Hall of Fame TripAdvisor,” jelasnya.
Sedangkan SaigonSan Restaurant & Rooftop Terrace berdiri di urutan #1 dari 635 restoran di Malang menurut situs ulasan terkemuka TripAdvisor.

Tya mengatakan, nuansa yang sangat Indonesia membuat hotel ini banyak dilirik banyak kalangan. :Dalam 30 tahun perjalanannya, hotel ini telah secara resmi menjadi tuan rumah bagi hampir setiap Presiden Indonesia; mulai Abdul Rahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo,” tandas Tya. Selain itu Hotel Tugu Malang juga kerap menjadi tuan rumah bagi para pejabat negara lain dan kaum selebriti. (Ned/Red)