Diduga Gelapkan Mobil Rental, 2 Orang Ini Jadi Korban Penyekapan

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menunjukkan barang bukti bersama dua tersangka (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Edi Gunawan dan Rendy menjadi korban penyekapan karena diduga membawa kabur mobil rental.

Edi dan Rendy disekap selama kurang lebih 10 hari di salah satu garasi rumah yang berada di Kecamatan Karangploso. Adapun pelaku penyekapan diantaranya ZA, RK dan IR.

Tersangka ZA dan RK saat ini sudah diamankan Polres Malang. Sedangkan tersangka IR masih dalam pencarian polisi.

“Mobil milik ZA dan RK ini disewa selama tiga hari oleh Rendy. Dan setelah waktu sewanya habis, mobil tidak kunjung dikembalikan. Dari situlah ZA dan RK dan satu lagi rekannya IR ini merasa kebingungan dan mulai melacak untuk mengetahui keberadaan mobilnya yang disewakan tersebut,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, dalam rilis di Mapolres Malang, Kamis (9/7/2020).

Dari hasil pelacakan ZA dan RK, diketahui mobil tersebut berada di Kabupaten Tulungagung. ZA dan RK kemudian menjemput Rendy dan membawanya ke lokasi penyekapan.

“Setelah bertemu Rendy, ketiga pelaku ini juga menghubungi Edy Gunawan untuk diminta datang ke lokasi yang sama. Setelah Edy datang, keduanya dimintai keterangan oleh ketiga pelaku tapi berbelit-belit,” terang Hendri.

Merasa geram dengan Rendy dan Edi, kedua tersangka akhirnya melakukan tindakan penganiayaan. ZA dan RK memukul korban dengan menggunakan helm serta selang air.

“Saat itulah pelaku juga melakukan tindakan penganiayaan kepada kedua korban. Yakni dengan memukulkan selang ke tangan dan pundak Edi dan Rendy berkali-kali. Tidak berhenti disitu, dirasa masih berbelit-belit, tersangka ZA memukul Edi dengan helm di pelipis bagian kanannya, hingga helm itu pecah. Setelah itu, barulah Edi mengaku bahwa mobil yang disewanya digadaikan kepada seseorang bernama Bowo di Tulungagung,” tuturnya.

Kasus penyekapan ini sendiri terbongkar setelah polisi mendapat laporan dari salah satu istri korban. Petugas kemudian melakukan penggrebekan tempat dimana kedua korban disekap.

“Anggota kita langsung mengamankan, karena ini perkara menonjol, penculikan. Anggota langsung ke tempat tersebut. Ternyata disana memang ditemukan ada dua orang korban. Korban kemudian kita amankan bersama dua tersangka. Satu orang masih dalam pencarian,” Hendri mengakhiri.

Akibat perbuatannya ini, tersangka bakal dijerat pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang, ancaman hukumannya maksimal 9 tahun. Dan pasal 170 KUHP tentang penggunaan kekerasan. (mid/yog)