Lahirkan Milenial Handal Ala Fahmi, Digembleng di Griya Mint

Foto: Fahmi bersama siswa prakerin. (ist)

BACAMALANG.COM – Musim pandemi, selayaknya bukan menjadi alasan generasi milleneal untuk berpangku tangan.

Namun semestinya menjadi titik balik kebangkitan bagi generasi masa depan untuk menempa diri dan berkarya positif.

Hal inilah yang mendasari Muhaqqy Fahmi Al Haq membina skill generasi milleneal belajar digital marketing memasarkan produk dari Griya Mint (GM).

“Kami mendirikan Griya Mint yaitu rumah display tanaman mint yang akan dijual. Disini sering dijadikan siswa untuk prakerin,” terang Fahmi.

Griya Mint

Fahmi menuturkan, pihaknya juga sedang melakukan pengembangan olahan-olahan dan serba-serbi tentang daunt mint.

Juga tanaman tanaman pendukung yang tak kalah larisnya seperti Stefia.. Rosella, Buah Miracle, Bunga Telang, dan lainnya.

Fahmi mencerminkan jika GM didirikan tahun 2020 oleh kakaknya Abdul Rohman Azis.

Holistik Komprehensif

GM didirikan karena ingin memberdayakan sumber daya yang melimpah di Malang Raya secara holistik dan komprehensif.

Jadi pembibitan skala mikro juga dilakukan. Penjualan juga dilakukan. Lalu juga pengembangan daun mint hingga ke hidangan siap saji juga terus diupayakan. Contoh produk itu seperti Teh Mint.

Fahmi menjelaskan, pihaknya mendirikan GM karena anak muda secara umum lebih banyak terjun dibidang fashion dan barang-barang yang sedang Nge-Trend atau Nge-hits.

“Padahal banyak sumber daya alam dan manusia di tempat Kita. Di pulau Kita. Bahkan di negeri Kita yang siap dikembangkan,” tutur Fahmi.

Kirim Luar Pulau

Fahmi menguraikan, yang sedang berjalan saat ini adalah penjualan bibit tanaman Mint, Stefia dan beberapa tanaman lain.

“Kami sudah mengirim tanaman Mint ke beberapa pulau di Indonesia. Jadi tidak hanya ada di pulau Jawa. Justru di luar Jawa juga. Misal Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan lainnya,” papar Fahmi.

Fahmi mengatakan, selain menjual tanaman juga mengajak generasi muda untuk care kembali kepada lingkungan. Jadi menghilangkan image bahwa yang hobby menanam hanya di kalangan usia dewasa dan lanjut usia.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa menanam itu keren. Merawat tanaman itu beken. Menjadikannya bermanfaat itu bukti Kita telaten,” tukas Fahmi.

Diajarin Digital Marketing

Fahmi menjelaskan, pihaknya juga memberdayakan siswa magang/ prakerin, untuk melakukan perawatan, lalu membuat konten foto dan video. Hingga mempromosikannya di media online.

“Yang magang prakerin beras fari SMK Telkom Malang. Mereka melaksanakan program Praktek Kerja Industri di tempat Kami selama 3 bulan,” ujar Fahmi.

Fahmi menjelaskan, tujuan mereka prakerin adalah merasakan bagaimana kondisi real saat bekerja. Terlebih mereka dibidang IT.

“Menurut saya Digital Marketing adalah hal yang sangat relevan dengan yang mereka pelajari. Karena apapun bisnisnya, Marketing dan Sales adalah ujung tombak dari segala kegiatan bisnis,” imbuh Fahmi.

Selama proses pembelajaran dalam prakerin, Fahmi menyebutkan baik dirinya juga siswa magang merasa enjoy dan mereka menikmati prosesnya.

“Kami menjalankan dengan tulus step by stepnya. Hingga mereka sekarang tergabung dengan Kami dalam project digital marketing. Padahal mereka masih berstatus siswa. Jadi belum lulus sudah bisa sambil bekerja freelence,” terang Fahmi.

Manfaat magang menurut Fahmi adalah siswa jadi tahu kondisi real bisnis dan industri kreatif zaman now.

Tahu bahwa banyak perubahan terjadi sekarang. Dan mereka harus segera beradaptasi supaya memudahkan karir mereka ke depannya.

GM Got Talent

Meski sekarang sudah berkiprah memberikan pembinaan siswa magang, namun Fahmi mengaku belum puas untuk pengembangan kegiatan.

“Kami menggagas Griya Mint Got Talent. Jadi talenta-talenta terbaik akan Kami didik lanjutan dan jika memang qualifed akan Kami jadikan team inti atau juga bisa Kami berdayakan di lini usaha mitra Kami,” papar Fahmi.

Fahmi berharap agar semua ikhtiar yang dilakukan mampu memberdayakan generasi milleneal.

“Semoga ke depannya yang Kami lakukan memiliki sumbangsih dalam pemberdayaan kaum millenials. Jadi lebih mandiri, adaptif, kreatif, dan inovatif.. Sudah tidak saatnya terlena. Namun harus bangkit dari keterpurukan. Berhenti menyalahkan keadaan! Saatnya bangkit dan buktikan bahwa Indonesia memiliki pemuda-pemudi yang patut dihargai dunia,” pungkas Fahmi. (had)