Perkuat Soliditas, MWC NU dan LazisNU Turen Gelar Outbond

Foto: Outbond MWC NU dan LazisNU Turen. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya menguatkan solidaritas, soliditas dan militansi, MWC NU dan LazisNU Turen menggelar outbond.

“Kami mengadakan outbond bersama. Dengan tujuan ingin menguatkan solidaritas, soliditas dan militansi,” tutur Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Turen, KH Syafaat Muhammad, Senin (9/11/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Syafa’at ini menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menjaga konsistensi nilai-nilai khidmah pada jamiiyyah Nahdlatul Ulama sebagai perwujudan santri nderek kyai.

Ratusan Peserta

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta. Adapun peserta tersebut berasal dari pengurus MWCNU, UPZIS, JPZIS dari 23 ranting se-Kecamatan Turen. Total jumlah peserta 137 orang.

“Kami berharap akan terbangun team work yang kuat untuk kemandiriaan jamiiyah dan jamaah,” urai Gus Syafa’at.

Donasi Terbanyak se Kab. Malang

Sementara itu, Ketua LazisNU Kecamatan Turen Ir. H. Ende Anantholy, mengatakan, sebagai komitmen menjadi organisasi yang bertumbuh, di bidang pengumpulan dan pendistribusian zakat, infaq, dan shodaqoh, maka UPZIS LazisNU, melakukan peningkatan SDM melalui outbond.

“Selama 25 bulan ini, lewat program koin NU di LazisNU Turen, telah terkumpul dana sejumlah Rp 4.262.749.250, yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga Turen yang membutuhkan dalam program sosial, pendidikan, dakwah, dan kemandirian ekonomi,” tegas Ende.

Leadership dan Relationship

Materi outbond kali ini adalah kepemimpinan, sinergitas, soliditas, hierarki organisasi, integritas, dan kedisiplinan, disampaikan instruktur outbond profesional yang biasa dipanggil Ndan Nurcholis.

Selain anggota aktif Brimob Polri, Nurcholis juga anggota senior SAR, dan instruktur selam.

Adanya outbond ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dan motivasi pada peserta yang ikut outbond, dan dapat ditularkan kepada team lazis yang belum berkempatan mengikuti outbond.

“Kita berharap bisa menjalankan organisasi sesuai jargon LazisNU Turen, yakni amanah dan profesional, dapat benar-benar menjadi budaya pergerakan organisasi,” tukas Ende mengakhiri. (*/had)