KPK Lakukan Penangkapan di Malang

Foto: ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan penangkapan terhadap Ferdy Yuman (FY) di sebuah hotel di Kota Malang, Sabtu (9/1/2021) malam.

“Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Kota Malang Jawa Timur,” kata Plt Juru Bicara (Jubir) KPK RI Ali Fikri, Minggu (10/1/2021).

Ali Fikri mengungkapkan, Ferdy Yuman ditangkap karena dinilai melakukan perintangan penyidikan eks pejabat MA Nurhadi.

Ferdy diringkus karena berperan dalam membantu pelarian Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono ketika menjadi buronan.

Selanjutnya FY akan menjalani serangkaian pemeriksaan di gedung KPK terkait upaya memberikan akses selama pelarian buronan Nurhadi dan Rezky.

Obstruction Justice

FY ditetapkan sebagai tersangka untuk tindak pidana menghalang-halangi atau (obstuction justice) upaya lidik sidik dalam penanganan perkara atas nama tersangka Nurhadi dan kawan-kawan.

KPK mengingatkan semua pihak agar tidak bersekongkol dan memberikan perlindungan kepada pelaku korupsi. “Ini warning bagi siapa saja yang melakukan tindakan serupa,” urai Ali Fikri.

Dalam kasus ini, Nurhadi dan Rezky diduga bersekongkol dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di MA sejak tahun 2011-2016.

Sebelum ditangkap, Nurhadi dan Rezky sempat lama menjadi buronan KPK sejak 13 Februari 2020 lalu. Namun, pelarian Rezky dan Nurhadi akhirnya terhenti setelah tertangkap penyidik antirasuah di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Keduanya kini menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat dengan dakwaan menerima suap sebesar Rp 45,7 miliar dari Dirut PT MIT, Hiendra. Uang suap diterima Nurhadi itu untuk membantu perusahaan Hiendra melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN).

Selain suap, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima uang gratifikasi mencapai Rp 37.287.000.000.00. Uang gratifikasi itu, diterima Nurhadi melalui menantunya Rezky dari sejumlah pihak. (yga/had)