Merasa Terganggu, Bapak Ini Tega Cabuli Teman Anaknya

Tersangka Atmari saat dimintai keterangan penyidik di Unit PPA Polres Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kelakuan Atmari warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Kalipare sungguh bejat. Pria berumur 50 tahun itu tega mencabuli teman anaknya yang masih berusia 12 tahun.

Atmari mencabuli Melati — sebut saja begitu — hanya karena masalah sepele. Melati dianggap menganggu tidur siang Atmari.

Aksi cabul Atmari dilakukan sebanyak dua kali pada bulan Juni 2018 lalu di rumahnya. Saat itu, Melati dan anak Atmari sehabis pulang sekolah, kemudian bermain di luar rumah. Ketika bermain itu, tangan Melati tiba-tiba ditarik oleh Atmari dan dibawa ke dalam kamar rumahnya.

“Korban disetubuhi di dalam kamar. Setelah itu korban disuruh pulang. Tersangka berjanji akan memberi uang jajan, tapi ternyata tidak dikasih,” kata Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Nining Husumawati, dalam rilis di Polres Malang, Senin (10/2/2020).

Pasca kejadian itu, Melati enggan lagi bermain ke rumah Atmari. Cukup lama setelah kejadian dialaminya, Melati akhirnya memberanikan diri untuk bercerita ke keluarganya.

Mendengar apa yang telah dialami Melati, pihak keluarga akhirnya melapor ke Polres Malang.

“Lama itu karena kita harus mengumpulkan barang bukti jadi baru bisa dieksekusi dua tahun,” terang Nining.

Terpisah, tersangka Atmari tidak menampik jika dirinya tega mencabuli Melati lantaran masalah sepele. Dia merasa kesal waktu tidurnya terganggu karena Melati dan anaknya saat bermain begitu berisik.

“Waktu itu ada istri saya di rumah, tapi dia tidak tahu. Kan waktu itu saya habis kerja, tidur, anak itu main rame sekali. Saya emosi, terus saya tarik dia ke kamar,” ungkap pria yang mengaku bekerja sebagai tukang bangunan tersebut.

Atmari sendiri mengaku menyesal telah mencabuli Melati. Kini, akibat perbuatannya tersebut Atmari bakal dijerat pasal 81 juncto 76D dan atau pasal 82 juncto 76E undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang persetebuhan dan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (mid/yog)