Awas! Nikah Siri Bisa Dipolisikan, Simak Kisah Ini

Kuasa Hukum Karmiati dari Kantor Hukum Jawana Associates, Jayawardhana SH (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pernikahan siri atau hanya diakui oleh agama ternyata bisa berbuntut panjang. Hal ini seperti yang terjadi di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Seorang wanita bernama Karmiati warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pagak memperkarakan suami sah-nya ke jalur hukum, Imam Nur Cholis. Hal itu lantaran Imam memilih berpaling dan menikah siri dengan wanita lain.

Ketika Imam nekat menikah siri itu, proses perceraian antara Imam dan Karmiati tengah berjalan di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Karmiati yang tidak terima lalu melaporkan Imam ke Polres Malang.

Karmiati pun meminta pendampingan hukum dari Kantor Hukum Jawana Associates. Adapun kuasa hukum yang mendampingi Karmiati yaitu Jayawardhana SH dan Eri T Lianawati SH.

“Dia (Imam, red) ada pengakuan, bahwa perkara ini (perceraian, red) belum selesai. Langkahnya ya lapor polisi, sudah lama itu. Kemudian ditindaklanjuti PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, red),” kata Kuasa Hukum Karmiati, Jayawardhana SH di kantornya, Rabu (10/06/2020).

Pria yang akrab disapa Jaya ini menambahkan, adapun pasal yang disangkakan kepada Imam adalah Pasal 279 ayat 1 ke-1 dan ke-2 juncto Pasal 284 ayat 1 ke-1 huruf a dan ke-2 huruf b juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Dia (Imam, red) tahu ada penghalang, tapi masih menabrak penghalang itu,” ucapnya.

Dijelaskan Jaya, Karmiati mangajukan talak cerai terhadap Imam ke Pengadilan Agama Kabupaten Malang pada 8 Oktober 2019 lalu. Kemudian pada 25 Februari 2020, Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengabulkan permohonan cerai Karmiati.

Namun, pada saat itu, Karmiati langsung mengajukan banding. Sehingga, menurut Jaya, putusan Pengadilan Agama Kabupaten Malang itu belum berkekuatan hukum tetap.

Lantaran berkekuatan hukum tetap dan pada saat itu Imam telah menikah siri, akhirnya Karmiati juga memilih opsi melaporkan Imam ke Polres Malang.

“Pasalnya sudah jelas,” tukas Jaya. (mid/yog)