Kafe Warga Binaan ‘Jagongan Jail’, Diapresiasi Bapenda sebagai WP Baru

Foto: Apresiasi untuk cafe Jagongan Jail. (ist)

BACAMALANG.COM – Selain aktif melakukan pendataan, sosialisasi hingga giat penagihan dalam upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dari sektor pajak, Badan Pendapatan Daerah juga memberi perhatian kepada usaha-usaha baru yang bermunculan di Kota Malang. Salah satunya Cafe ‘Jagongan Jail’ binaan Lapas Kelas 1 Lowokwaru di Jalan Asahan 6, Kota Malang.

Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT mengapresiasi pembukaan cafe tersebut, Kamis (9/7) petang. Kehadiran pria yang juga akrab disapa Sam Ade d’Kross itu juga sebagai bentuk dukungan atas usaha yang bermunculan di Kota Malang di masa transisi menuju New Normal.

Kesadaran pengelola mendaftar sebagai Wajib Pajak (WP) Restoran juga patut menjadi teladan bagi pengusaha kuliner lain di Kota Malang.

Ade menambahkan, bahwa selama masa transisi, dalam sepekan terakhir ada belasan caffee WP baru yang melapor ke Bapenda. Sehingga WP yang melapor untuk mendapatkan NPWP dari Bapenda langsung mendapat apresiasi. Dia berharapan bagi masyarakat yang membuka usaha baru untuk bisa menunaikan kewajiban.

“Nantinya itu semua akan dikembalikan kepada masyarakat, kami hanya petugas. Jadi bagi masyarakat yang membuka bidang usaha sekecil apapun untuk bisa menunaikan kewajibannya sebagai warga negara yang baik,” kata Ade.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang menjelaskan bahwa Cafe Jagongan Jail ialah cafe dalam binaan dan pengawasan Lapas. Seluruh pegawainya merupakan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan kriteria yang diterbitkan pihak Lapas.

Menu yang disajikan di cafe itu juga beraneka ragam seperti kopi, makanan ringan, hingga makanan jenis jamuran yang semua diproduksi sendiri di dalam Lapas. (Lis/Red)