Lawan Covid-19, Forkopimda Kota Malang Bagikan Masker

Foto: Upaya persuasif dan humanis terus dilakukan oleh Forkompimda Kota Malang beserta jajarannya kepada masyarakat Kota Malang agar tetap menerapkan protokol kesehatan. (ist)

BACAMALANG.COM – Berbekal semangat kebersamaan antisipasi persebaran Covid 19 serta menjalankan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perwali Nomor 30 Tahun 2020, jajaran Forkopimda Kota Malang bagikan masker ke warga di Balaikota Malang dan Stasiun Kota Baru Malang, Kamis (10/9/2020).

“Ini bentuk implementasi kami di lapangan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020,” ucap Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sekilas informasi, upaya persuasif dan humanis terus dilakukan oleh Forkompimda Kota Malang beserta jajarannya kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan jajaran Forkopimda melakukan kegiatan bagi-bagi masker kepada masyarakat di sekitaran Balaikota Malang dan Stasiun Kota Baru Malang.

Beberapa warga yang kedapatan tidak memakai masker dihentikan paksa oleh petugas. Mereka kemudian diimbau agar menggunakan masker ketika sedang beraktivitas.

Sejumlah warga yang tidak mengenakan masker diminta untuk membacakan teks Pancasila dan melakukan push up.

Sutiaji menuturkan, hal ini merupakan bentuk dari sanksi sosial yang diberikan kepada warga yang masih membandel tidak mengenakan masker.

Sutiaji menjelaskan, kalau ada yang masih bandel diberikan sanksi sosial. Tapi kalau tidak mau diberikan sanksi sosial, terpaksa mereka akan dikenai sanksi administrasi berupa denda senilai Rp 100 Ribu.

Sebelum melaksanakan kegiatan bagi-bagi masker, Forkopimda Kota Malang sebelumnya melaksanakan apel pagi di Balaikota Malang.

Apel tersebut berlangsung secara khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda beserta Aremania, Komunitas, tokoh masyarakat hingga relawan.

Sutiaji menyampaikan, bahwa pemakaian masker merupakan sebuah alat bukti yang menandakan orang tersebut menunjukkan kedisiplinan.

Melalui kedisiplinan itulah, diharapkan masyarakat turut berupaya dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Melalui Salam Satu Jiwa, kita semua harus bersama-sama mengedepankan kedisplinan. Karena sesungguhnya disiplin adalah sebuah keharusan di masa pandemi Covid-19,” pungkas Sutiaji. (yog/had/red)