Perkara Lahan SMAN 3, Kejari Batu Panggil 3 Pejabat

Foto: ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Terkait adanya dugaan korupsi pengadaan tanah di SMAN 3 Batu, Kejari akan memanggil 3 pejabat untuk dimintai keterangan.

Tiga pejabat tersebut adalah Eny Rachyuningsih Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Edi Murtono Kepala Inspektorat Kota Batu, dan Muji Dwi Leksono Kabag Hukum Setda Kota Batu.

“Pertanyaanya terkait rekomendasi tata ruang. Dan saya juga telah menerangkan bahwa kawasan tersebut merupakan lahan pertanian,” ungkap Eny, Kamis (10/9/2020).

Eny Rachyuningsih membenarkan bahwa dirinya terpanggil pada hari ini pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Eny menerangkan bahwa panggilan saat ini merupakan kali kedua dan saat dirinya menjabat sebagai Kepala Bapelitbangda (Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah).

Lebih lanjut, pada pemanggilan sebelumnya Eny terpanggil karena sebagai Kepala Bapelitbangda disinyalir mengetahui uji kelayakan pembangunan SMAN 3 tersebut.

“Seharusnya memang uji kelayakan ini keluar dari Bapelitbangda. Namun saat itu kami tidak dilibatkan, tidak tahu itu melibatkan dinas apa,” tegasnya.

Pemanggilan saksi ini terjadi karena indikasi mark up pengadaan tanah SMAN 3 di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji dengan menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun anggaran 2014 sekitar Rp. 9 Milyar.

Kasus mencuat usai adanya surat pemanggilan dari tim penyidik Pidsus Kejari Kota Batu merujuk Surat Perintah Penyelidikan Kajari Kota Batu Nomor : Print– 02.a/M.5.44.Fd1/06/2020/ tanggal 22Juni 2020.

Untuk itulah penyidik menggelar penyelidikan dugaan pembelian lahan senilai kurang lebih Rp 8 miliar menggunakan anggaran APBD Kota Batu tahun 2014.

Sekadar informasi, Gedung SMA Negeri 3 Kota Batu yang berada di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji, diresmikan pada tahun 2017 lalu. Gedung ini berdiri di lahan seluas 8.152 meter persegi. (*/had)