Tagihan Listrik Tak Wajar, Ini Hasil Investigasi Kemenko Maritim di Malang

Foto: Ilustrasi. (tribun)

BACAMALANG.COM – Menidaklanjuti laporan pelanggan PLN yang tagihan listriknya membengkak hingga Rp 70 juta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah mengirimkan 2 orang melakukan penyelidikan di Malang.

“Sekarang sedang kami verifikasi hari ini. Dua staf saya mengecek meteran di sana dan kenapa naiknya gila-gilaan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Proses investigasi lonjakan tagihan listrik ini dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih menemukan kasus lonjakan tagihan tidak wajar.

Sekilas informasi, salah satu pelanggan PLN asal Malang tagihan listrik bisnisnya meningkat tajam selama pandemi Covid-19.

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya telah mengutus dua orang stafnya untuk melakukan verifikasi ke Malang.

Dalam aduannya, pelanggan ini melaporkan kenaikan tagihan listrik yang terus membengkak selama pandemi Covid-19. Pada bulan Mei dan Juni tagihan listrik terus naik dari Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 50 juta hingga terakhir Rp 70 juta.

“Jadi kasus aneh yang di luar kewajaran masih kami investigasi, kalau salah akan kami betulkan secepatnya,” jelasnya, seperti yang dilansir dari hot grid.id.

Selama satu bulan terakhir, pihaknya telah menerima 410 aduan dari masyarakat. Sebanyak 10 persen di antaranya mengalami hal sama yang dialami pelanggan di Malang tersebut.

Pembukaan layanan aduan ini kata Purbaya dilakukan untuk melihat duduk permasalahan yang sebenarnya terjadi. Mencari tahu penyebab terjadinya aduan seragam dari pelanggan pascabayar PLN.

Ternyata, mayoritas pelanggan yang melakukan pengaduan tidak menyadari dampak kebijakan PSBB dan banyak aktivitas di rumah membuat konsumsi listrik meningkat. Setelah itu, pihaknya mencari tahu asal muasal terjadinya kenaikan tagihan listrik tidak wajar tersebut.

“Ternyata tidak masif oke lah, kita fokus ke yang tidak wajar tadi,” kata dia.

Sehingga kata Purbaya, 2 stafnya yang dikirim ke Malang itu akan memastikan penyelesaian antara PLN dengan pelanggan.

“Kami kirim orang ke sana untuk lihat dan pastikan bahwa ada treatment yang adil. Kalau memang tagihan berlebihan kita lihat, kalau emang pemakaian segitu ya sudah tapi harus ada perlakuan yang netral,” jelas Purbaya.

Ia mengungkapkan, untuk contoh kasus yang dialami pelanggan di Malang tersebut, PLN sebelumnya menyarankan agar pembayaran tagihan dicicil di bulan berikutnya.

“Dia (pelanggan) merasa tidak ada wasit yang clear. Kami kirim orang ke sana untuk lihat dan pastikan bahwa ada perlakuan yang adil,” pungkas Purbaya. (*/had)