Bangun Spirit Budaya Menulis dengan Hadirkan Okky Madasari

Foto: Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar seri lanjutan ketiga pendampingan dan pelatihan menulis yang dilaksanakan pada Selasa (08/12). (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya membangun spirit budaya menulis bagi masyarakat, Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan penulis ternama Okky Madasari.

“Akses sastra bagi anak-anak perlu diberikan ruang lebih. Hal itu tak lepas dari peran penting sastra bagi tumbuh kembang anak di masa depan,” tutur
Okky Madasari, baru-baru ini.

Sekilas informasi, setelah sukses menerbitkan buku cerita pendek karya para Narapidana dari Lapas Wanita Kelas 2A Malang pada 2019 lalu, LK UMM menggelar seri lanjutan ketiga pendampingan dan pelatihan menulis yang dilaksanakan pada Selasa (08/12/2020).

Adapun topik yang diangkat adalah Menulis Cerita Anak dalam Bingkai Budaya Anti Korupsi. Pelatihan ini ditujukan untuk para Guru PAUD, TK, dan SD se-Malang Raya.

Penulis ternama, Okky Madasari sebagai pemateri menyampaikan mengenai pentingnya sastra anak sebagai jihad anti korupsi.

Menurutnya, sastra mampu mengusik kenyamanan, menggugah kesadaran, memberikan sudut pandang baru serta membentuk karakter manusia baru. Ia juga menekankan bahwa sastra bagi anak sangatlah penting, bahkan jauh lebih penting ketimbang bagi orang dewasa.

Pemateri lain yang didatangkan, Tinuk Dwi Cahyani S.H. S.Hi M.Hum, selaku Pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang.

Ia menjelaskan bahwa budaya anti korupsi harus ditanamkan kepada calon-calon pemimpin masa depan sedini mungkin.

Ia juga sempat menyebutkan sepuluh karakter budaya Islam yang relevan dengan usaha menumbuhkan budaya korupsi.

“Banyak contoh perbuatan korupsi yang sering Kita temui di lingkungan sekitar. Ada baiknya mulai dihindari karena bisa memberikan contoh buruk bagi anak,” ungkap perempuan yang juga menjadi peneliti dan dosen di UMM tersebut.

Memotivasi Menulis

Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, Kepala LK UMM menuturkan seri pelatihan menulis ini merupakan komitmen LK UMM pada budaya menulis dan bercerita.

Ia berharap agenda ini dapat memberikan dampak positif dan memotivasi orang lain untuk menulis. Apalagi tulisan-tulisan yang berdasarkan pengalaman atau pemikiran yang mendalam sehingga ada rekaman yang bisa menginspirasi orang lain.

“Selain dengan pengayaan melalui webinar, LK UMM juga akan mendampingi dan menerbitkan kumpulan tulisan para peserta dalam sebuah buku,” jelasnya.

Sebelumnya, LK UMM juga sudah melaksanakan seri kedua dari pendampingan dan pelatihan menulis yang diperuntukkan bagi karyawan UMM pada Sabtu (28/11).

Mereka diajak untuk menuliskan pengalaman menarik yang pernah dialami. “Menulis yang asyik adalah menulis dengan perasaan senang dan gembira. Pokoknya ditulis dulu, masalah penulisan bisa diperbaiki nantinya,” ajak Arif Budi, kepala Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMM yang juga menjadi pemateri di seri itu.

Pada seri kedua tersebut, hadir pula Dr. Frida Kusumastuti, M.Si sebagai pemateri. Ia merasa yakin bahwa tiap peserta memiliki pengalaman unik sendiri yang tidak pernah dialami orang lain.

Baik di kehidupan kampus, berumah tangga, organisasi maupun kehidupan bertetangga. Ia juga tidak lupa memaparkan fungsi dan manfaat menulis, tidak hanya bagi pembaca tapi juga bagi penulis itu sendiri.

Rencananya, LK UMM bekerjasama dengan Tiga Serenada Publisher, akan menerbitkan buku yang berisi karya tulisan para peserta.

Karya ini sekaligus menjadi hasil akhir dari pendampingan dan pelatihan menulis yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Adapun penerbitan buku karya para peserta akan dicetak pada tahun 2021. (*/had)