Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi Serukan Kasus HAM yang Belum Tuntas

Aliansi Perjuangan Demokrasi (API) saat melakukan orasi di depan gedung DPRD Kota Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diperingati pada hari ini, Kamis (10/9/2020). Hari HAM sedunia ini bertujuan mengemukakan bahwa setiap orang memiliki hak asasi manusia.

Sebagaimana diketahui, HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir. Dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia, Aliansi Perjuangan Demokrasi (API) menggelar aksi untuk mengkampanyekan persoalan-persoalan pelanggaran HAM yang dirasa belum tuntas hingga hari ini.

Siang ini (10/12/2020) digelar acara bertajuk “Rebut Kembali Hak Asasi yang Dirampas Tirani” di depan Gedung DPRD Kota Malang, dan 35 Mahasiswa turut serta dalam aksi tersebut. API menyoroti kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan dan menyerukan persoalan terkait transparansi perancangan undang-undang yang tidak melibatkan publik.

“Kami melihat sudah disepakati secara kelompok, tidak ada transparasi kepada masyarakat luas, padahal sesungguhnya dalam konstitusi itukan kedaulatan tertinggi harus dengan rakyat, maka dari itu sikap kami bahwa segera tuntaskan persoalan HAM dari masa lampau hingga masa kini,” tegas koordinator aksi Arafik Burhan.

Selanjutnya tujuan dalam aksi tersebut mengangkat persoalan yang ada di Indonesia, seperti kebijakan politik yang tidak berpihak kepada masyarakat dalam persoalan demokrasi, kemudian tentang persoalan eksploitasi manusia dan eksploitasi hutan. Selain itu, API juga berharap bisa mengawal masyarakat dan bersama-sama membela masyarakat mengenai persoalan pelanggaran HAM.

Arafik menjelaskan pihaknya akan konsisten untuk mengkampanyekan persoalan berkaitan dengan kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat. Arafik mengharapkan kepada Wali Kota Malang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Malang, dan berharap dapat memberikan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat Kota Malang yang ingin menyampaikan aspirasinya.

“Membuka ruang demokrasi kepada masyarakat Malang, dan mahasiswa-mahasiswa yang merantau, dalam artian menyampaikan bebas berekspresi, bukan sembrono ya tapi selama mengikuti prosedur dan jangan sampai seperti histori-histori yang lalu,” pungkas alumni mahasiswa Wisnuwardhana ini.(wah/zuk)