Warnai Dunia Kepenulisan, 32 Guru Terbitkan Buku Pendamping Hidupku

Foto: Ninik Sri Utami, S.Pd, M.Pd, salah satu penulis buku. (ist)

BACAMALANG.COM -Dunia literasi menyimpan beragam sisi keindahan sastra, cerita tentang makna kehidupan, yang memberikan manfaat positif untuk sesama.

“Kami bersama total ada 32 penulis menerbitkan buku berjudul Pendamping Hidupku. Kami ingin turut mewarnai dunia kepenulisan dan sastra Indonesia,” tutur salah satu penulis, Ninik Sri Utami, S.Pd, M.Pd, Kamis (10/12/2020).

Buku Pendamping Hidupku memiliki tebal 240 halaman, berisi kumpulan tulisan dari 32 penulis yang sebagian besar berprofesi sebagi pengajar dan pendidik aktif di berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

Buku yang dibandrol seharga Rp 60.000 ini dibuat bertujuan salah satunya untuk meningkatkan profesionalisme sebagai guru.

Proses penulisan hingga penerbitan kurang lebih membutuhkan waktu selama 2 bulan.

Sisi positif dari buku ini tentunya sebagai dorongan bagi para pendidik lainnya untuk selalu berkarya, meskipun bersama-sama.

“Harapan Kami sebagai penulis tentunya karya ini bisa mewarnai dunia pendidikan dalam kepenulisan,” terang Ninik yang juga pengajar di SMPN 2 Sumberpucung Kabupaten Malang.

Sinopsis

Jutaan kisah terjalin selama Kita mendaki bukit berbunga. Setidaknya ada tiga fase besar yang telah dan akan Kita alami bersama.

Fase pertama merupakan tahapan di mana Kita mulai mengenal dan saling menjajaki.

Fase kedua di mana Kita berkomitmen untuk hidup bersama dengan segala apa yang ada sampai maut memisahkan.

Fase ketiga adalah harapan agar Kita dijodohkan kelak di alam keabadian.

Setiap pasangan tentu memiliki romansa yang dapat diceritakan dan menginspirasi orang lain.

Perjuangan bersama untuk menjaga mahligai pernikahan adalah pengalaman berharga dan dapat dijadikan inspirasi bagi pasangan muda.

Pendamping hidup merupakan anugerah terindah dari Allah SWT yang layak dibela, dijaga, dan dipertahankan selama-lamanya.

Pendamping hidupku. Ada surgaku di bawah ridhamu. Ada keberkahan di balik doa dan ucapanmu. Ada kedamaian di setiap senyum dan lakumu.

Tuhan telah mengimkanmu untuk aku, dan menjadikan aku untuk mendampingimu. Selamanya… Abadi… Di dunia dan akhirat kelak. (had)