Hari Pertama PPKM, Tempat Usaha Belum Taat Aturan

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar didampingi Kabag Ops Polres Malang, Kompol Hegy Renanta Koswara memberikan himbauan di salah satu toko di Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar masih mendapati beberapa kafe yang tidak menaati aturan di hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Senin (11/1/2021).

Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat menyebutkan, beberapa kafe nekat beroperasi dengan cara mematikan lampu penerangan seolah-olah sudah tutup.

“Kita cek beberapa kafe, beberapa warung kopi di daerah Kepanjen, ada yang masih mencoba menutup-nutupi. Lampunya dimatikan tapi ternyata di dalam masih ada kegiatan,” kata Hendri.

Pria yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bungkol Spripim Polri juga mendapati beberapa toko atau kafe yang buka melebihi batas waktu yang sudah ditentukan yaitu pukul 19.00 WIB. Alasannya, mereka belum memegang surat edaran dari pemerintah.

“Alasannya mereka belum pegang surat edaran. Tapi tadi kita sudah share semua kepada seluruh pemilik toko tersebut, surat edaran baik dari Bupati, ataupun SK dari Gubernur. Disana sudah disampaikan secara jelas bahwa ketetapannya jam 19.00, tutup. Selama pelaksanaan PPKM dua minggu kedepan,” terang Hendri.

Kapolres yang dikenal dekat dengan Aremania pun mewanti-wanti, bagi pemilik usaha yang masih bandel pada PPKM ini, akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita mengacu pada Perbup yang lama. Perbup nomor 2 tahun 2020. Nanti kita akan laksanakan penindakan, misalnya kepada tempat-tempat yang sudah berkali-kali mendapat peringatan tapi tidak mengindahkan, nanti akan kita sampaikan rekomendasi untuk pencabutan izin usahanya, ataupun pemilik kita bawa ke kantor, kita laksanakan pembinaan di kantor, ataupun sanksi-sanksi yang bisa dikenakan lainnya,” Hendri menutup. (mid/yog)