Pengajar Bimbel di Wagir Bersyukur, Jumlah Siswa Bertambah

Foto: Kegiatan belajar bimbel ayo maju Wagir. (ist)

BACAMALANG.COM – Pengajar Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis Ayo Sinau di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang merasa bersyukur. Meski di tengah pandemi, namun kepercayaan warga menitipkan anaknya belajar meningkat, yang dibuktikan dengan jumlah siswa yang bertambah.

“Alhamdulillah kepercayaan orang tua meningkat. Terbukti dari jumlah siswa bertambah sekarang jadi 89 dari sebelumnya 60 anak. Kalau jumlah pengajar bertambah dua dari sebelumnya 11 menjadi 13 pengajar,” tandas salah seorang pengajar Bimbel Ayo Sinau Rizal, Senin (11/1/2021).

Ia menuturkan, penambahan murid berasal dari dua dusun. “Ada tambahan
murid dari Dusun Temu 19 murid dan Dusun Jemunang 10 murid. Sebelumnya 60 lalu tambah 29 total semua 89 murid,” imbuh Rizal.

Beragam Latar Belakang

Rizal menjelaskan, latar belakang pengajar beragam. “Rata-rata pengajar adalah mahasiswa semester 5 dan semester akhir,” terang Rizal.

Mahasiswa tersebut berasal dari universitas Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Brawijaya (UB), bahkan mahasiswa pasca sarjana. “Selain mahasiswa, pengajar ada yang berasal dari orang yang sudah bekerja atau berkeprofesian. Jadi pagi atau siang bekerja dan malam hari meluangkan waktu mengajar,” urai Rizal.

Rizal sendiri saat ini sudah bekerja. “Kalau Saya sendiri sudah bekerja. Kalau rekan lain, Bayu founder bimbel masih semester akhir skripsi UMM,” imbuh Rizal.

Apresiasi untuk Media

Rizal menuturkan, pemuatan serangkaian berita tentang bimbel di media online BacaMalang sangat bermanfaat. “Pemuatan di media bermanfaat sekali berfungsi sebagai edukasi dan inspirasi. Motivasi kepedulian mahasiswa atau anak muda, dalam dunia sosial kemanusiaan di wilayah pendidikan bisa digerakkan jika Kita punya kesadaran lebih. Sekali lagi terima kasih kepada media,” papar Rizal.

Rizal berharap agar ke depan, bimbel bisa berkembang dengan baik.”Harapan bimbel tetap berjalan semakin hari semakin baik dalam hal metodologi pengajaran, respon ortu dan respon khalayak luas semakin baik. Dengan dukungan mereka itu Kita bisa terus semangat dan survive dalam mengajar,” tegas Rizal mengakhiri. (had)