Wali Kota Malang Sokong Penerapan PPKM

Foto: Wali Kota Sutiaji saat menggelar Rakor PPKM bersama Gubernur JawaTimur, Senin (11/1/2021). (ist)

BACAMALANG.COM – Terkait pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Malang Raya 11-25 Januari 2021, Walikota Malang memberikan sokongan dengan pemberlakuan kebijakan bersifat modifikasi.

“Pertimbangannya adalah selain memikirkan sektor usaha; saat ini sholat Isya masuk di pukul 19.11 WIB; sehingga tidak bisa Kami mengakhiri jam aktifitas masyarakat pukul 19.00 sesuai Inmendagri, karena masyarakat pasti masih beribadah di masjid,” ujar Wali Kota Malang H. Sutiaji, dalam rapat virtual di Ngalam Command Center bersama Gubernur Jatim, Senin (11/1/2021).

Dalam Rakor Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Malang Raya ini, Sutiaji melaporkan bahwa Kota Malang telah siap melaksanakan PPKM dengan beberapa modifikasi sesuai kearifan lokal. Salah satunya adalah pengaturan jam beroperasi Rumah Makan, Resto, Kafe dan Mall yang diijinkan beroperasi sampai dengan pukul 20.00 WIB. Hal tersebut juga berlaku untuk aktifitas masyarakat lainnya.

Ketentuan lainnya, lanjut Sutiaji, tetap seperti SE (Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 1 Tahun 2021) dan sudah dapat persetujuan (dari Forkopimda Jawa Timur).

Imbau Masyarakat Taat

Sutiaji berharap agar PPKM yang dilaksanakan selama 14 hari ke depan dapat berjalan optimal dengan tujuan menekan penyebaran virus Covid-19. “Saya menghimbau masyarakat untuk menaati aturan tersebut, agar PPKM kali ini dapat berjalan dengan sukses sehingga setelah masa berlakunya berakhir kita semua dapat menuai hasil positif,” tegasnya.

Dasar penerapannya, untuk wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya merupakan instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021.

Sutiaji bersama Forkopimda Kota Malang juga telah berkomitmen untuk memperkuat kembali peran kampung tangguh yang ada di Kota Malang. Hal tersebut sejalan dengan penekanan dari Gubernur Khofifah karena kampung tangguh dinilai dapat merespon dengan cepat munculnya kluster baru dan menekan penyebarannya. (*/had)