Elektabilitas dan Popularitas Geng Saingi Sanusi di Pilkada 2020

Manager Operasional ASTI, Baihaki Sirajt (ist)

BACAMALANG.COM – Elektabilitas dan popularitas M Geng Wahyudi ternyata mampu menyaingi Bupati Malang petahana, HM Sanusi pada Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Hal itu dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Akurat Survey Terukur Indonesia atau ASTI. Survei dilakukan ASTI mulai Senin (24/2/2020) hingga Rabu (4/3/2020).

Survei berkaitan dengan tingkat kepuasan masyarakat pada pemerintahan saat ini, serta keinginan masyarakat dalam Pilkada September 2020 mendatang. ASTI juga melakukan survei terkait popularitas dan elektabilitas para kandidat calon kuat kepala daerah.

Dari segi popularitas, Sanusi masih diperingkat pertama dengan 80,2 persen; kemudian disusul Geng Wahyudi sebesar 69,8 persen; Ali Ahmad 61 persen; Hasan Abadi 59 persen; Umar Usman 50,1 persen; Didik Gatot Subroto 37,1 persen; dan juga Ahmad Faiz Wildan 29,3 persen.

Kemudian untuk elektabilitas, Sanusi tetap teratas dengan 15,7 persen; dilanjutkan Geng Wahyudi 15,1 persen; Ali Ahmad 9,6 persen; Hasan Abadi 7,2 persen; Umar Usman 5,3 persen; Didik Gatot Subroto 3,2 persen; serta Ahmad Faiz Wildan 1,4 persen. Sementara angka undecided voters dalam hal ini ada 42,2 persen.

“Survei dilakukan ASTI dengan melibatkan 1.000 responden. Dimana secara statistik, mempunyai toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ujar Manager Operasional ASTI, Baihaki Sirajt, Rabu (11/3/2020).

Baihaki menambahkan, survei dilakukan dengan metode melakukan wawancara langsung kepada masyarakat di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

“ASTI mendatangi responden secara tatap muka, menanyakan tokoh atau calon Bupati yang diinginkan tanpa membawa nama calon, akan tetapi yang menyebut nama calon responden sendiri,” terangnya.

Selain elektabilitas dan popularitas, ASTI juga melakukan survei terkait kepuasan masyarakat kepada pemerintahan saat ini. Hasilnya cukup mengejutkan.

Dari seluruh responden yang mengikuti survei, sebesar 63,2 persen diantaranya menyatakan tidak puas. Sementara 19,8 persen menyatakan puas, dan sisanya tidak tahu. (mid/yog)