Inilah Cerita Persidangan Wanita yang Mengaku Dicampakkan Pengusaha Ban

Foto: Lilik (berhijab) saat didampingi tim kuasa hukumnya. (ist)

BACAMALANG.COM – Sungguh malang nasib Lilik S. S.E (48) salah warga Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru kota Malang. Kini ia dicampakkan dan tidak diakui oleh Sagit Kisnobianto (72) pengusaha ban di kota Malang meski telah menjalin hubungan selama 13 tahun dan dikaruniai seorang anak.

Dalam sidang lanjutan, Lilik dipertemukan dengan Sagit Kusnobianto yang dihadirkan di PN Malang sebagai saksi dalam kasus ini. Semula sidang berjalan terbuka, namun setelah Sagit ditanya oleh Majelis Hakim terkait hubunganya dengan Lilik, sidang menjadi tertutup.

Bahkan semua pengunjung yang berada dalam ruangan ppersidangn diminta untuk meninggalkan ruangan. Pasalnya Sagit mengatakan bahwa hubungannya dengan Lilik atas bujuk rayu hingga terjadi hubungan intim.

“Atas bujuk rayu terdakwa saya ada hubungan intim,” ujar Sagit.

Karena akan membicarakan keterangan soal hubungan intim maka sidang menjadi tertutup. Sesai persidangan Lilik mengatakan bahwa selama dalam persidangan Sagit banyak memberikan keterangan bohong dan tidak benar terkait hubungannya selama 13 tahun.

Lilik menerangkan, bahwa kebohongan Sagit tentang kehamilan, akte kelahiran anak, hingga buku nikah. Selain itu, dalam pengurusan akte kelahiran juga ada keterlibatan orang lain atas perintah Sagit.

“Tentang siapa yang menyuruh saya ke Dispenduk untuk buat akte anak kami. Dia tidak mengakui bahwa Andri Gondrong yang mengantar saya atas perintah Pak Sagit. Saat itu Andri Gondrong masih bekerja di Purnama Ban sebagai tukang sporing,” beber Lilik, Kamis (11/6).

Terkait kelahiran anak juga diragukan oleh Sagit sebagai darah dagingnya. Lilik mengaku sejak tahun 2010 Sagit menyayangi anak hasil hubungannya dengan Lilik. Namun pada tahun 2018 tiba-tiba Sagit meragukan status anak itu.

“Padahal saya pernah meminta untuk tes DNA, namun dia tidak mau. Tetapi dalam persidangan dia mengatakan kalau dia yang meminta tes DNA namun saya tidak mau, fakta dibalik semua,” ujar Lilik.

Lebih lanjut Lilik menambahkan terkait hubungan yang telah dijalin selama 13 tahun bersama Sagit. Secara tegas Sagit menyalahkan Lilik yang dianggap merayu lantaran menyuguhkan minuman dan kue.

“Dia lupa kalau mencintai saya dan telah bersama selama itu, dia tadi bilang bujuk rayu karena saya berikan minuman dan kue. Apakah jika saya memberikan minum dan kue kepada anda-anda semua, saya merayu anda, logikanya dimana,” ucap Lilik.

Sementara itu penasehat hukum Lilik, Berlian Ganesi SH MH, mengatakan bahwa dalam persidangan kali ini terbuka fakta adanya kebersamaan selama 13 tahun.

”Nanti arah pemalsuan yang dituduhkan kita lihat dalam pembuktian sidang selanjutnya. Namun hubungan selama 13 tahun dalam persidangan tadi faktanya ada,” ujar Berlian.

Sementara pihak kuasa hukum Sagit yang semula bersedia diminta konfirmasi mengatakan akan memberikan keterangan terkait masalah ini usai persidangan. Namun hingga usai jalannya persidangan, pihak Sagit beserta kuasa hukumnya bungkam kepada wartawan dan meninggalkan lokasi tanpa sepatah kata.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Lilik menjadi simpanan Sagit selama 13 tahun. Namun justru Lilik harus menjadi terdakwa dan berstatus tahanan kota atas dakwaan dugaan Pasal 263 Ayat 2 KUHP dan Pasal 266 Ayat 1 KUHP usai dilaporkan oleh Sagit Kusnobianto. (Lis/Red)