Ajak Antisipasi dan Donasi, Rutherford Bikin Film Corona “Sesal”

Patra dan Umar. (Ist)

BACAMALANG.COM – Di tengah melesatnya perjalanan pandemi Covid 19, beruntungnya pada sisi lain, simpul-simpul komunitas sosial semakin kuat dan kokoh.

Hal ini setidaknya terlihat dari munculnya beragam kepedulian untuk membantu meringankan beban sesama yang kurang mampu dengan bernacam jenis bantuan yang diberikan lewat gerakan donasi baik perseorangan maupun komunitas.

Salah satu yang menarik disimak adalah kiprah dari komunitas YouTuber Malang Raya Rutherford yang mayoritas anggotanya adalah pemuda milenial yang energik dan penuh ide kreatif.

Lewat film pendek “Sesal”, komunitas Rutherford mencoba memberikan sumbangsih dan mengajak masyarakat baik secara individu maupun kolektif bersama peduli antisipasi persebaran Covid 19.

“Kami prihatin dan terpanggil berikan sumbangsih ikut antisipasi persebaran Covid 19. Kami juga ingin berdonasi menyumbangkan hasil dari film Sesal ini,” tegas Founder Rutherford Umar di sela-sela kegiatan cangkrukan milenial di sebuah cafe eksotis di Sawojajar Kota Malang baru-baru ini.

Lewat kegiatan layaknya jagongan dan silaturahim yang berlangsung gayeng dan hangat ini, menjadi wadah untuk saling sharing berbagai pengalaman selama beberapa bulan anggota Rutherford tidak bersua.

Sementara itu salah satu anggota Rutherford, Patra menuturkan, turut hadir dalam kegiatan nyantai ini semua member Rutherford se-Malang Raya.

Patra menceritakan, pemain film diambilkan dari anggota sendiri, termasuk bintang untuk jobdesk yang dia pegang, karena hampir semua yang terlibat anak Rutherford sendiri.

“Sebenernya ini film untuk ajang lomba. Kami sengaja mengadakan nobar “Sesal” untuk jalin keakraban dan memberikan masukan-masukan,” terang Patra.

Patra menjelaskan, untuk tema film sendiri masih seputar tentang hal yang melejit untuk kondisi dan situasi sekarang yaitu maraknya Corona.

“Kenapa film ini kita putar sebenernya untuk ngisi atau nambah-nambah schedule pertemuan aja sembari kita ngebahas agenda lain. Membuat anak-anak belajar dari kesalahan (koreksi yang dapat kita ambil dari film), menikmati effort kita dalam pengerjaan project ini. Semua yang terlibat harus jadi penonton pertama dari film ini,” papar Patra.

Lewat kegiatan cangkrukan ini Patra mengungkapkan, pihaknya membahas beragam agenda.

“Wahh banyak sekali yang kita bahas. Kita ngebahas step, kita selanjutnya, menyusun struktur, ngebentuk sesuatu yang Kita hadapi. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk menemukan solusinya. Seperti saya yang bangga dengan editor saya yang sudah memaksimalkan editingnya untuk project ini, tentunya orang seperti ini akan saya bawa lagi untuk ke depannya,” imbuh Patra.

Patra mengungkapkan, hasil dari pembahasan diskusi, pihaknya belum “mendeklarasikan” apa-apa.

“Ada beberapa hal yang saya rasa harus dibenahin secepatnya. Tapi so far, ada yang sudah “kebayar”. Banyak wajah yang tertawa dan rasa kekeluargaan makin kuat di diri kita. Itu saja sudah membuat Kita senang,” terang Patra.

Patra menjelaskan, untuk step-step selanjutnya ada beberapa project untuk Rutherford dan Rutherford sendiri yang akan mengumumkan terbuka ke media.

Simpel Tapi Menarik

Meski film Sesal mempunyai tema dan alur cerita yang simpel dan sederhana, namun sarat dengan pesan moral yang patut diapresiasi.

Menceritakan seorang anak muda yang terkena Covid 19 karena jalan-jalan sama pacarnya.

Menggambarkan seorang pelajar (Davis) yang terkena Covid 19 karena tidak mematuhinya protokol kesehatan.

Awalnya dia memang patuh terhadap nasihat orang tuanya untuk tetap di rumah dan selalu menjaga kesehatan, namun karena diajak kekasihnya untuk hang out, dia tidak bisa menolak.

Dan akhirnya saat jalan-jalan, dia bertemu orang yang batuk-batuk dan bersin-bersin saat berada di tempat keramaian.

Ironisnya, seminggu kemudian dia sakit parah dan akhirnya ibunya memanggil dokter yang menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit.

Dan akhirnya hasil lab menunjukkan dia positif terinfeksi virus Covid 19. Sebagai bentuk penyesalan dan pesan kepada masyarakat, mengetahui dirinya positif terinfeksi, akhirnya Davis membuat video yang berisi pesan untuk jangan keluar rumah yang akan dia upload di FB.

Donasi Lewat Film

Rencananya film ini akan diikutkan dalam ajang bergengsi lomba yakni Indiskop Festival Film Competition.

Tidak tanggung-tanggung, program kreatif edukatif ini melibatkan bintang film kondang, dan sineas ternama untuk menyeleksi dan menilai film yang bertarung disini. Yaitu Marcelina Zalianty, Hanung Bramantyo dan Kritikus Film Hikmat Darmawan.

Pendaftaran dimulai 28 Juni hingga 15 Agustus 2020. Acara bertajuk online film festival ini, merupakan kolaborasi Indiskop dan bank terbesar se-Indonesia.

“Semoga film ini menang. Mohon doanya ya. Insyaallah Kami ingin mendonasikan hasil dari film ini ke sesama yang kurang mampu,” pungkas Patra.(had/zuk)