HUT Arema, Bentangkan Bendera Raksasa 50×100 Meter

Foto: Siswa pelatihan paralayang Lanud Abdulrachman Saleh bersama Disbudpar Pemkab Malang membentangkan bendera raksasa Arema FC. (Ist)

BACAMALANG.COM – Bendera raksasa Arema FC berukuran 50 x 100 meter bergambar kepala singa membentang di lokasi landing olah raga dirgantara paralayang di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Malang, Selasa (11/8/2020).

Hal merupakan suatu kebanggaan bagi Komunitas Olah Raga Dirgantara Paralayang di Hari Ulang Tahun (HUT) Arema FC ke-33 yang bertepatan pada 11 Agustus 2020. Lokasi landingnya dihiasi dengan pemasangan bendera raksasa Arema FC sebagai klub sepakbola kebanggaan masyarakat Malang Raya.

Pelatihan paralayang tahun 2020 dilaksanakan selama satu bulan oleh Lanud Abdulrachman Saleh yang bekerjasama dengan Disburpad Kabupaten Malang telah dibuka sejak 15 Juli 2020 lalu di Bukit Waung, Sumberoto, Donomulyo, Malang.

Dalam pelatihan itu setidaknya diikuti lebih dari 30 peserta dari pemuda-pemudi Kabupaten Malang yang mempunyai spot olah raga paralayang. Terhitung sejak akhir Bulan Agustus 2020, lalu lokasi latihan dialihkan ke Bukit Gunung Banyak, Kota Batu karena kondisi peranginan yang ideal yakni angin berkecepatan antara 8-10 kilometer per jam. Sedangkan angin di Bukit Waung, Sumberoto, Kecamatan Donomulyo terlalu kencang sekitar 25 kilometer per jam.

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat melalui Kepala Pembinaan Potensi Dirgantara (Kabinpotdirga) Letkol Sus M, Isa Suneth, S.H., saat memantau pelaksanaan latihan paralayang mengatakan, bahwa kegiatan berjalan aman melalui peninjauan dan memotivasi pelatih dan peserta.

Pada HUT Arema FC yang ke-33 ini, Kabinpotdirga Lanud Abdulrachman Saleh bersama seluruh peserta pelatihan paralayang tampak bergembira karena di lokasi landing Paralayang Kelurahan Songgokerto dihiasi bendera raksasa Arema FC, sehingga para peserta dapat landing di sasaran dengan tepat di atas bendera raksasa tersebut.

Salah satu Instruktur Paralayang Lanud Abdulrachman Saleh Peltu Sugeng Susanto, di lokasi pendaratan paralayang Songgokerto menyampaikan, bahwa pemasangan bendera raksasa tersebut atas ide dari Aremania Korlap Batu.

Peltu Sugeng Susanto menambahkan, hingga minggu keempat para peserta telah terbang rata-rata lebih dari 40 kali, sebagai jumlah minimal lulus dari pelatihan. Mereka terbang menggunakan sepuluh parasut secara bergantian.

“Minggu keempat kini pemantauan atau mengarahkan terbang para siswa melalui komunikasi handytalkie telah cenderung landai, karena para siswa telah cukup baik gerakan terbangnya mulai dari take off, terbang dan mendarat. Tiap-tiap siswa umumnya menempuh jarak terbang sekitar 800 meter dengan waktu terbang sekitar 10 menit”, papar Peltu Sugeng. (Lis/red)