Memotret Kiprah Inspiratif Santri Milenial Enterpreneur di PP Manajer Tholabie

Foto: Kegiatan Digipreneur di pesantren. (ist)

BACAMALANG.COM – Bangsa Indonesia layak bersyukur karena sinyal Indonesia menjadi mercusuar dunia semakin kencang dengan banyak lahirnya mileneal religius yang mahir leadership-enterpreneurship walaupun dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini.

Setidaknya hal itulah yang tergambar dari kiprah Fasilitator Kampoeng Digipreneur Pesantren Manajer Tholabie Kedungkandang Kota Malang, Fahmi sehari-harinya.

Meski masih belia, setiap harinya, Fahmi berkiprah di Pondok Pesantren Manajer Tholabie yang berada di Jalan KH Malik Dalam RT 01 RW 07 Kelurahan Buring, Kecamatan KedungKandang, Kota Malang dengan memberikan panduan ilmu manajemen dan keagamaan.

Ia mengelola Digipreneur yang saat ini bergerak di berbagai bidang usaha seperti budidaya jamur, tanaman hias dan peternakan.

Saat ini pondok pesantren yang didirikan pada tahun 2018 ini mempunyai 20 santri laki-laki (Ikhwan) dari kalangan mileneal.

Pengembangan Pemberdayaan Milenial

Saat ini Fahmi sedang konsen dan fokus dalam menjalankan program
Pengembangan dan Pemberdayaan Milenial mendukung dakwah dan pesantren yang diinisiasi pada awal tahun 2021 Bulan Januari.

“Sudah ada yang berkontribusi dalam bentuk dana. Sejauh ini digunakan untuk akomodasi dan sarana prasarana belajar. Seperti perlengkapan studio (microfone c 01, stand mic, Softbox Lampu studio, dan soundcard).

Adapun tujuan program adalah memberdayakan milenial dalam pembangunan umat berbasis digital. “Tujuan program ini adalah memberdayakan milenial dalam pembangunan umat berbasis digital.. Karena sudah kebanjiran informasi yang sifatnya hiburan sia-sia yang berkencenderungan merusak pola pikir anak kecil seperti pornografi, game dan lain-lain,” urai Fahmi.

Lewat pesantren ini, ia berupaya mengajak mileneal dalam menjalani kegiatan positif sekaligus fun. “Nah ini nanti media dan hiburannya lebih edukatif dan mengembalikan jati diri umat dan bangsa. Menjadi lebih taat dan beriman juga dalam perwujudan cinta tanah air,” urai Fahmi.

Buka Donasi

Untuk percepatan program yang disebutkan tadi, ia membuka donasi. Yakni dalam bentuk materi semisal
perangkat penunjang fasilitas pembelajaran dan alat-alat multimeda dan donasi berupa uang.

Selain itu juga dibuka kesempatan berdonasi dalam bentuk lainnya. Yaitu seperti : support ilmu, berbagi buku dan materi, sharing pengalaman, support kompetensi dan keahlian yang dimiliki.

“Alhamdulillah sudah semakin banyak pihak menyalurkan donasi untuk pengembangan dan pemberdayaan milenial mendukung dakwah dan pesantren,” tukas Fahmi.

Ia berharap, para pembelajar, peserta dan siswa yang belajar dan berjuang melanjutkan visi dan misi pesantren selepas belajar bisa menerapkan di karirnya, kerjaannya, dan usahanya masing masing di masa mendatang. “Agar bisa menjadi pemuda yang kompeten dalam bidang digital dan bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat hingga penjuru negeri,” tutup Fahmi bersemangat. (had)